Andi Normaladewi
Universitas Islam Malang, Malang, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Penaksiran dan Peramalan Biaya serta Matriks SWOT dalam Pengambilan Keputusan (Studi Kasus Usaha Tahu Desa Gedogwetan, Turen, Kabupaten Malang) Andi Normaladewi; Ita Athia
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 5 No. 6 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Oktober - November 2024)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v5i6.2836

Abstract

Usaha tahu yang semakin berkembang di tengah banyaknya pesaing dengan usaha sejenis tetap memerlukan strategi pengambilan keputusan dalam mengelola suatu usaha. Tujuan dari penelitian ini, yaitu memberikan gambaran yang menyeluruh dan terpadu mengenai kondisi internal dan eksternal suatu industri yang memungkinkan produsen untuk mengambil keputusan yang lebih baik dan merancang strategi yang lebih efektif dengan mengkolaborasikan antara analisis estimasi dan peramalan biaya serta matriks SWOT. Metode penelitian yang digunakan adalah metode desain konvergen yaitu mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan, tetapi terpisah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode kuadrat terkecil merupakan metode yang paling tepat digunakan dalam menyusun anggaran karena memiliki galat peramalan baku yang paling kecil, yaitu sebesar 0,979. Dalam pengambilan keputusan, pelaku usaha tahu gedogwetan dapat melakukan 4 alternatif strategi yaitu strategi SO (Strength-Opportunities) yaitu melakukan strategi integrasi ke belakang, strategi ST (Strength-Threats) dengan melakukan pengembangan pasar, strategi WO (Weakness-Opportunities) yaitu melakukan integrasi ke depan, penetrasi pasar, strategi WT (Weakness-Threats) yaitu dengan menggunakan mesin penggiling dan konsisten terhadap kualitas tahu.
Gastronomic Tourism Enhancement Strategy to Stimulate Local Economic Development in Malang City Andi Normaladewi; Tri Sugiarti Ramadhan; Nanik Wahyuningtiyas
Dinasti International Journal of Education Management and Social Science Vol. 7 No. 2 (2025): Dinasti International Journal of Education Management And Social Science (Decem
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijemss.v7i2.5846

Abstract

The development of gastronomic tourism is an important strategy in strengthening the tourism sector and encouraging local economic growth in various regions. Malang City, as one of the leading tourist destinations in East Java, has great potential in developing its regional culinary specialties as a tourist attraction with economic and cultural value. This study aims to analyze strategies for enhancing gastronomic tourism to stimulate local economic development in Malang City, with a focus on how collaboration between stakeholders and the preservation of culinary specialties can create sustainable economic impacts. This study uses a qualitative descriptive approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and document reviews from various sources, including culinary entrepreneurs, the tourism office, academics, and local communities. Data analysis was carried out using coding techniques and thematic analysis to identify strategic patterns, challenges, and opportunities in the development of gastronomic tourism in Malang City. The results show that the strategy for enhancing gastronomic tourism in Malang City focuses on three main aspects, namely: (1) strengthening local culinary identity through product innovation based on cultural wisdom; (2) cross-sector institutional collaboration with a penta-helix approach; and (3) optimizing digital promotion and culinary education for the community and tourists. This strategy has been proven not only to increase tourist visits but also create a multiplier effect on the local economy through empowering MSMEs, increasing community income, and preserving regional culinary culture. This study concludes that gastronomic tourism in Malang City has strategic potential as a driver of the creative economy and as a medium for preserving cultural identity. Collaboration between stakeholders, innovation based on local values, and inclusive public policies are key to successfully creating a competitive and sustainable gastronomic tourism ecosystem.
Mapping Uncertainty Avoidance in Stakeholder Co-creation for Circular Economy Adoption in SMEs: A Conceptual Model from Manufacturing SMEs Andi Normaladewi
Efisiensi: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Ilmu Manajemen Vol. 3 No. 1 (2026): Efisiensi: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Ilmu Manajemen
Publisher : Yayasan Inovasi Akademi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63217/efisiensi.v3i1.402

Abstract

Transisi menuju Ekonomi Sirkular (CE) telah menjadi prioritas strategis bagi usaha kecil dan menengah (UKM) manufaktur yang berupaya meningkatkan efisiensi sumber daya, keberlanjutan lingkungan, dan daya saing jangka panjang. Meskipun perhatian akademis terhadap adopsi CE terus meningkat, studi yang ada umumnya lebih menekankan pada kapabilitas teknologi, tekanan institusional, dan ketersediaan sumber daya, namun cenderung kurang memperhatikan pengaruh budaya organisasi terhadap transisi keberlanjutan yang bersifat kolaboratif. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka kerja konseptual yang menjelaskan bagaimana penghindaran ketidakpastian (*uncertainty avoidance*), sebagai salah satu dimensi budaya organisasi, memengaruhi kreasi bersama (*co-creation*) dengan pemangku kepentingan dalam memfasilitasi adopsi Ekonomi Sirkular di kalangan UKM manufaktur. Desain penelitian kualitatif digunakan melalui metode *Systematic Literature Review* (SLR) yang mengikuti pedoman PRISMA 2020. Literatur relevan yang diterbitkan antara tahun 2021 dan 2026 diidentifikasi, disaring, dan disintesis secara sistematis melalui analisis tematik untuk mengeksplorasi konsep-konsep yang muncul berulang serta hubungan teoretisnya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penghindaran ketidakpastian membentuk respons manajerial terhadap ketidakpastian terkait keberlanjutan dengan mendorong tata kelola formal, pengambilan keputusan yang terstruktur, dan manajemen risiko kolaboratif. Alih-alih menghambat inovasi, penghindaran ketidakpastian justru memotivasi organisasi untuk memperkuat kreasi bersama dengan pemangku kepentingan melalui pertukaran pengetahuan, integrasi sumber daya, pembangunan kepercayaan, dan pembelajaran kolaboratif. Proses kolaboratif ini mendorong pembelajaran organisasi, meningkatkan kapabilitas inovasi, serta memfasilitasi adopsi praktik Ekonomi Sirkular, termasuk desain ramah lingkungan (*eco-design*), produksi bersih, pemulihan sumber daya, valorisasi limbah, dan model bisnis sirkular. Kerangka kerja yang diusulkan memberikan kontribusi pada literatur dengan mengintegrasikan Teori Dimensi Budaya Hofstede, Teori Pemangku Kepentingan, Teori Pembelajaran Organisasi, dan Teori Ekonomi Sirkular ke dalam satu model konseptual yang terpadu. Studi ini memperluas penelitian sebelumnya dengan menempatkan penghindaran ketidakpastian sebagai anteseden bagi kreasi bersama dengan pemangku kepentingan dan pembelajaran organisasi, sehingga menawarkan perspektif perilaku terhadap adopsi Ekonomi Sirkular. Kerangka kerja ini juga memberikan implikasi praktis bagi para manajer dan pembuat kebijakan dengan menekankan pentingnya tata kelola kolaboratif, dukungan institusional, dan pembelajaran organisasi dalam mempercepat implementasi Ekonomi Sirkular di kalangan UKM manufaktur.
Efektivitas Pelatihan Desain Visual Canva dalam Optimalisasi Branding dan Nilai Jual UMKM Tri Sugiarti Ramadhan; Andi Normaladewi; Mitha Endah Aprilia; Nadiah Putri Salsabila
Siber Nusantara of Community Service Review Vol. 2 No. 2 (2026): Siber Nusantara of Community Service Review (April - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/sncsr.v2i2.1077

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian nasional, namun sebagian besar pelaku usaha masih menghadapi kendala dalam memanfaatkan desain visual sebagai instrumen pemasaran yang efektif. Studi ini menyajikan program pelatihan berbasis Canva yang bertujuan memperkuat kapasitas UMKM dalam menciptakan materi promosi visual secara mandiri. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari dan melibatkan 10 pelaku UMKM di Kabupaten Malang, dengan komposisi peserta 60% perempuan. Pendekatan yang digunakan adalah pembelajaran partisipatif, yang mencakup tahapan pre-test, pemberian materi teori dan praktik Canva, pendampingan intensif, serta post-test. Instrumen evaluasi meliputi kuesioner, lembar observasi, dan penilaian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 51 menjadi 75, atau setara dengan kenaikan sebesar 47%. Berdasarkan uji Wilcoxon, diperoleh nilai p = 0,0019, yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik. Seluruh peserta berhasil menciptakan berbagai materi promosi, seperti logo, poster, dan brosur. Selain itu, peserta menerima buku panduan yang dapat digunakan sebagai referensi pribadi. Tingkat kepuasan peserta mencapai rata-rata 4,3 dari 5, mencerminkan respons yang sangat baik. Temuan ini memperkuat bukti bahwa pelatihan desain sederhana dapat secara signifikan meningkatkan kompetensi kreatif pelaku UMKM. Oleh karena itu, direkomendasikan agar program serupa dilanjutkan dengan pendampingan berkelanjutan, serta didukung oleh infrastruktur digital yang memadai, termasuk perangkat keras dan akses internet.