Pencemaran air oleh logam berat merupakan masalah lingkungan utama yang harus segera diatasi. Salah satu logam berat yang berbahaya adalah logam tembaga (Cu). Pencemaran logam berat pada ekosistem perairan menimbulkan risiko kesehatan yang besar bagi manusia dan membahayakan ekosistem. Hal ini dapat diatasi dengan biosorpsi menggunakan biosorben berupa bahan biologis dari limbah perkebunan. Kulit matoa dapat dimanfaatkan sebagai biosorben karena mengandung gugus fungsi seperti karboksil dan hidroksil yang dapat berikatan dengan ion logam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran partikel dan kecepatan pengadukan yang optimum dengan biosorben kulit matoa yang diimobilisasi natrium silika yang diharapkan dapat meningkatkan reaktivitas gugus fungsi dan ketahanan ikatan. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh kondisi ukuran partikel optimum adalah 250 µm dengan kecepatan pengadukan 150 rpm dengan kapasitas penyerapan ion logam Cu2+ optimum oleh kulit matoa amobilisasi sebesar 13,13 mg/g.
Copyrights © 2024