Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan rata-rata dan peningkatan keterampilan proses sains siswa melalui penerapan Inquiry learning dengan media Virtual laboratory pada pembelajaran IPAS Bab 5 Topik B. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilaksanakan di kelas V SD 2 Rejosari. Sampel penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD 2 Rejosari yang berjumlah 14 siswa yang dipilih dengan teknik purpossive sampling. Metode yang digunakan yaitu pre-experimental dengan the one grup pretest posttest design. Teknik pengumpulan data berupa tes, lembar observasi, dan dokumentasi dengan analisis data menggunakan Paired Sample t-Test dan N-Gain. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan uji Paired Sample t-Test didapatkan nilai signifikansi 0,00 di mana (0,00<0,05) sehingga H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya rata-rata keterampilan proses sains siswa yang memperoleh inquiry learning berbasis TPACK dengan media virtual laboratory lebih baik daripada rata-rata keterampilan proses sains siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Peningkatan keterampilan proses sains siswa yang mengikuti inquiry learning berbasis TPACK dengan media virtual laboratory berpengaruh sebesar 0,7629 dengan kategori tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini, inquiry learning berbasis TPACK dengan media virtual laboratory terbukti berpengaruh dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Kata Kunci: Inquiry learning, Keterampilan Proses Sains, Virtual laboratory
Copyrights © 2024