Pendidikan memiliki peran fundamental dalam pembentukan karakter individu dan masyarakat, terutama dalam konteks menghadapi tantangan sosial seperti korupsi. Artikel ini membahas pentingnya pendidikan anti korupsi yang diintegrasikan ke dalam kurikulum di sekolah dasar, guna menanamkan nilai-nilai moral dan etika sejak dini. Melalui pendidikan ini, diharapkan generasi muda dapat mengembangkan integritas, tanggung jawab, dan kejujuran, serta menolak praktik korupsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi praktik penanaman budaya anti korupsi di SD MIMA 7 Bandar Lampung, melibatkan peran guru, orang tua, dan masyarakat dalam proses tersebut. Hasil menunjukkan bahwa kolaborasi antara pihak sekolah dan orang tua, serta pembiasaan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan keadilan di lingkungan pendidikan, sangat penting untuk membangun generasi yang berkomitmen pada integritas. Artikel ini juga merekomendasikan penguatan kurikulum, pelatihan bagi guru dan orang tua, serta keterlibatan masyarakat dalam pendidikan anti korupsi. Dengan demikian, diharapkan pendidikan anti korupsi dapat berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih bersih dan transparan.
Copyrights © 2024