Pendidikan seni memiliki potensi besar dalam melestarikan budaya lokal dan meningkatkan kesadaran multikultural di kalangan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya revitalisasi kesadaran multikultural melalui pendidikan seni, dengan fokus pada pelestarian seni tradisional angklung di kalangan siswa Jakarta. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angklung tidak hanya menjadi alat musik tradisional tetapi juga simbol nilai-nilai gotong royong, kerja sama, dan harmoni. Meskipun memiliki nilai budaya tinggi, seni tradisional seperti angklung menghadapi tantangan dari dominasi budaya populer, kurikulum yang tidak inklusif, dan kurangnya pemanfaatan teknologi. Kesimpulan menunjukkan bahwa pendidikan seni berbasis multikultural melalui angklung dapat menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran budaya siswa. Dengan pendekatan inklusif, pemanfaatan teknologi, dan pelatihan guru yang memadai, pembelajaran seni tradisional dapat menjadi lebih relevan dan menarik. Studi ini merekomendasikan integrasi seni tradisional ke dalam kurikulum sebagai bagian penting pendidikan untuk melestarikan warisan budaya sekaligus membangun identitas multikultural generasi muda.
Copyrights © 2024