Penelitian ini membahas perspektif pendidikan agama Islam terhadap perempuan yang menyerupai laki-laki dalam konteks sosial dan budaya. Dalam Islam, gender dipahami sebagai elemen penting yang membentuk identitas individu, dengan Al-Qur'an dan Hadis sebagai panduan utama dalam mengatur perilaku, peran, dan interaksi sosial laki-laki dan perempuan. Namun, interpretasi terhadap ajaran ini sering kali berbeda, sehingga perempuan yang menyerupai laki-laki kerap menghadapi stigma sosial. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis kajian pustaka (library research) untuk menggali konsep gender dalam Islam, mengidentifikasi ayat-ayat Al-Qur'an terkait kesetaraan gender, dan menganalisis konteks sosial-budaya yang memengaruhi pemahaman tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam menekankan prinsip kesetaraan gender dalam aspek kemanusiaan, spiritualitas, dan tanggung jawab moral, meskipun tetap mengakui perbedaan kodrati antara laki-laki dan perempuan. Pendidikan agama Islam memiliki peran penting dalam membangun pemahaman yang lebih inklusif terhadap keberagaman identitas gender. Dengan menanamkan nilai-nilai keadilan, kesetaraan, dan penghormatan, pendidikan agama dapat membantu mengatasi stigma sosial dan menciptakan masyarakat yang lebih toleran. Studi ini menyimpulkan bahwa dialog berbasis nilai-nilai Islam yang universal diperlukan untuk mendukung martabat manusia dan membangun kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.
Copyrights © 2025