Lataston lapis pondasi (HRS-Base) memiliki proporsi fraksi agregat kasar lebih besar daripada lataston lapis permukaan (HRS-Wearing course). Penelitian ini bertujuan agar bisa mengetahui karakteristik agregat,aspal dan filler yang digunakan dalam campuran beraspal, nilai karakteristik HRS-Base dalam pengujian Marshall Konvensional,serta mengetahui persentase stabilitas Marshall sisa dari uji Marshall immersion dengan menggunakan agregat dari Sungai Kula’ berdasarkan pengujian Laboratorium. Metode yang dipakai pada studi ini ialah metode Marshall Konvensional agar didapatkan karakteristik campuran, menciptakan angka Stabilitas Marshall Sisa (SMS).Dari hasil pengujian yang dilaksanakan di laboratorium menunjukan bila semua parameter karakteristik pencampuran seperti stabilitas, Marshall Quotient, VFB, VIM, VMA, dan flow pada kadar aspal 5,5%,6%,6,5%,7%, dan7,5% telah memenuhi. Dimana didapatkan Kadar Aspal Optimum (KAO) yaitu kadar aspal 6,5%, dan spesifikasi nilai Stabilitas Marshall Sisa (SMS) yaitu 94,58%.
Copyrights © 2024