Artikel ini bertujuan untuk mengetahui nagaimana realita pabalian di desa Buntu Barana kecamatan Curio kabupaten Enrekang. Jenis penelitian ini tergolong kualitatif dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah: fenomenologi, sosiologi dan etnografi. Adapun sumber data dalam penelitian ini yaitu Kepala Desa, Kepala Dusun, tokoh pendidik dan masyarakat di desa Buntu Barana. Selanjutnya metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Lalu Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa realita pabalian di desa Buntu Barana dari keenam bentuk pabalian yang sudah disebutkan sebelumnya ada satu bentu pabalian yang partisipannya sudah berkurang yaitu menanam padi disebabkan oleh beberapa faktor yaitu kemajuan teknologi, kemajuan ilmu pengetahuan, saling mengharapkan dan sudah adanya kebun dan tanaman jangka panjang. Implikasi dari penelitian ini adalah memberikan pesan moral kepada masyarakat di desa Buntu Barana kecamatan Curio kabupaten Enrekang bahwa pentingnya budaya pabalian untuk tetap dipertahankan dan dikembangkan, karena di dalamnya terdapat nilai-nilai Pendidikan Islam dan juga karena tolong menolong sangat dibutuhkan sebagai makhluk sosial.
Copyrights © 2024