Artikel ini membahas perkembangan kajian hadis di Indonesia mulai dari pertengahan abad ke-20 hingga masa kini. Meskipun kajian hadis sempat mengalami keterlambatan dibandingkan dengan disiplin ilmu Islam lainnya, terdapat peningkatan yang signifikan dalam aspek kuantitas dan kualitas sejak awal abad ke-20. Peningkatan ini ditandai dengan kemunculan program studi Ilmu Hadis di perguruan tinggi, munculnya penelitian, serta terbitnya berbagai buku yang mengusung pendekatan inovatif terhadap pemahaman hadis. Artikel ini mengidentifikasi dua pendekatan dalam studi hadis: pendekatan tradisional yang mempertahankan metode klasik, dan pendekatan modern yang memanfaatkan kontekstualisasi dan hermeneutika. Kedua pendekatan ini telah memperkaya khazanah studi hadis di Indonesia, dengan pengaruh yang kuat dari pemikir-pemikir Timur Tengah serta perkembangan keilmuan Islam di dalam negeri. Studi ini memberikan prospek bahwa kajian hadis di Indonesia akan terus berkembang, beradaptasi dengan teknologi dan konteks sosial kontemporer yang membutuhkan pendekatan multidisiplin dalam memahami teks hadis.
Copyrights © 2024