Masyarakat pada era globalisasi ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat sehingga berdampak pada perubahan perilaku sosial dalam masyarakat. Hal ini memungkinkan masyarakat mudah melupakan nilai-nilai luhur warisan budaya. Namun, hal ini tidak berlaku pada masyarakat suku Donggo Bima, Nusa Tenggara Barat. Masyarakat setempat tetap mempertahankan budaya lokal yang menjadi warisan leluhur mereka. Salah satu budaya yang masih kental dan berlangsung lama hingga saat ini adalah “Ne’e Uma Riana” yang merupakan proses mengantar mempelai perempuan ke rumah orang tua laki-laki (mertua) yang biasanya dilakukan 3-5 hari setelah upacara resepsi pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam tentang keberadaan dan faktor-faktor yang mempengaruhi budaya "Ne'e Uma Riana" pada masyarakat suku Donggo. Data dalam penelitian ini berkaitan dengan Eksistensi budaya lokal Bima “Ne’e Uma Reana” yang diperoleh dari Narasumber (Generasi muda, pasangan muda mudi, pasangan suami istri, orang tua dan kepala desa/pemerintah setempat). Data dianalisis secara deskriptif dengan cara membaca (mencermati) seluruh informasi yang diperoleh, kemudian memberikan makna atau memaknai data dengan mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberi kode atau tanda, dan mengkategorikannya menjadi bagian-bagian berdasarkan pengelompokan informasi yang telah ditentukan.
Copyrights © 2024