Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan penerapan terapi okupasi sebagai metode intervensi bagi siswa tunadaksa di SLBN 1 Makassar. Siswa tunadaksa menghadapi hambatan signifikan dalam aktivitas motorik halus, konsentrasi, dan kemandirian yang berdampak pada kemampuan belajar mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode observasi dan wawancara mendalam terhadap siswa dan guru wali kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan terapi okupasi berbasis aktivitas bermakna mampu meningkatkan keterampilan motorik halus, konsentrasi, dan kemandirian siswa. Aktivitas seperti menjepit benda kecil, melipat kain, dan latihan menangkap bola secara signifikan membantu perkembangan siswa dalam aktivitas akademik dan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menegaskan bahwa terapi okupasi adalah pendekatan yang efektif dan adaptif untuk mendukung kebutuhan perkembangan anak tunadaksa secara holistik.
Copyrights © 2024