Jurnal Pengabdian Pendidikan Khusus
JPPKh Lectura: Jurnal Pengabdian Pendidikan Khusus adalah jurnal pengabdian kepada masyarakat yang diterbitkan dan dikelola oleh Program Studi Pendidikan Khusus, Fakultas Pendidikan dan Vokasi, Universitas Lancang Kuning. Jurnal ini diharapkan dapat menjadi alat informasi dan sosialisasi mengenai hasil-hasil pengabdian dari seluruh civitas akademika tentang berbagai macam inovasi dan solusi-solusi dalam berbagai persoalan bidang pendidikan khusus dalam masyarakat. Artikel yang dimuat dalam JPPKh Lectura: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat berbasis penelitian seperti Participatory Action Research, Pengembangan Masyarakat Berbasis Aset, Riset Berbasis Masyarakat, Pembelajaran Layanan, Pengembangan Masyarakat.
Articles
25 Documents
Pelatihan Keterampilan Pengelasan untuk Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Negeri Pembina
Anggi Aprianto;
Meta Silfia Novembli;
Nisaul Hasanah
JPPKh Lectura: Jurnal Pengabdian Pendidikan Khusus Vol. 1 No. 01 (2023): JPPKh Lectura: Jurnal Pengabdian Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/jppkhlectura.v1i01.14359
Tidak hanya pada anak normal saja, anak berkebutuhan khusus (ABK) juga mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak sehingga mereka juga memiliki kemampuan yang sama dengan anak-anak lainnya. Hak anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk mendapatkan pendidikan tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas). Salah satu tujuan dari pendidikan adalah mengembangkan potensi peserta didik dan memiliki keterampilan yang dibutuhkan oleh anak berkebutuhan khusus berguna untuk kemandirian dan mampu berdaya secara ekonomi. Salah satu keterampilan yang dapat diberikan kepada anak berkebutuhan khusus adalah pelatihan pengelesan. Namun, kurangnya jumlah guru dan kurangnya pengetahuan guru terkait ilmu pengelasan sehingga pemberian ilmu dan praktek langsung tentang keterampilan pengelasan kepada siswa menjadi kurang maksimal diterima oleh siswa mereka. Oleh karena itu, diperlukan pemberian pelatihan keterampilan pengelasan untuk mempraktekkan cara pengelasan pada anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri Pembina Pekanbaru, khususnya anak dengan hambatan pendengaran (Tuna Rungu).
Resiliensi Orang Tua yang memiliki Anak Berkebutuhan Khusus
Nisaul Hasanah;
Effran Zudeta;
Bintha Ustafiano;
Sri Wahyuni
JPPKh Lectura: Jurnal Pengabdian Pendidikan Khusus Vol. 1 No. 01 (2023): JPPKh Lectura: Jurnal Pengabdian Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/jppkhlectura.v1i01.14394
Kehadiran seorang anak merupakan anugerah yang diberikan kepada orang tua dan menjadi dambaan bagi tiap pasangan. Namun, tidak semua anak dilahirkan dengan sempurna dan berkembang secara normal. Ada anak yang dilahirkan dengan kekurangan, baik berupa cacat tubuh maupun mental yang sering disebut dengan anak berkebutuhan khusus. Orang tua di Desa Sibiruang yang memiliki anak berkebutuhan masih kurang memiliki pemahaman dan tidak bisa menerima kondisi anaknya. Pemberian psikoedukasi mengenai resiliensi kepada orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus menjadi salah satu solusi yang bisa diberikan. Diharapkan orang tua dapat mengerti dan menerima keadaan anaknya serta dapat menghadapi dan bertahan dengan kondisi pada saat ini sehingga orang tua mempunyai kondisi psikologis yang baik. Ketika orang tua memiliki kondisi psikologis yang baik, maka secara tidak langsung akan memberikan pengaruh pada kondisi anaknya juga. Maka dari itu, pengabdian ini menargetkan orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus di Desa Sibiruang untuk mendapatkan psikoedukasi resiliensi.
Pelatihan Desain Grafis Berbasis Android Untuk Guru Pendidikan Khusus
Effran Zudeta;
Ledya Oktavia Liza;
Dina Fitriani
JPPKh Lectura: Jurnal Pengabdian Pendidikan Khusus Vol. 1 No. 01 (2023): JPPKh Lectura: Jurnal Pengabdian Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/jppkhlectura.v1i01.14542
Ketrampilan Desain grafis yang biasanya hanya bisa dilakukan di Komputer, kini bisa dilakukan di perangkat mobile. Anak berkebutuhan khusus membutuhkan ketrampilan untuk hidupnya agar mandiri kedepannya. Salah satu wadah yang bisa digunakan dalam mengoptimalkan kemampuannya adalah dengan melatih anak untuk bisa mengembangkan potensinya di bidang desain grafis dan guru harus memiliki kemampuan tersebut agar bisa diajarkan kepada anak berkebutuhan khusus. Tujuan dari pengabdian ini memberikan pelatihan desain grafis untuk guru pendidikan khusus dengan menggunakan aplikasi “Logo Maker” yang bisa di download di google playstore. Peserta pelatihan ini adalah 15 guru Sekolah Luar Biasa Melati Rumbai. Pelatihan diberikan dalam 2 sesi, Sesi 1 dimulai dengan melakukan sosialisasi mengenai menu-manu yang ada pada Aplikasi “Logo Maker”. Sesi 2 memberikan pelatihan tentang cara membuat design menggunakan Aplikasi “Logo Maker”. Peneliti menilai perkembangan yang terjadi dengan menggunakan beberapa item pernyataan dengan skala tipe likert empat poin. Pelatihan Desain Grafis bebasis Android untuk Guru Pendidikan Khusus sebelum dan sesudah diberikan pelatihan mengalami peningkatan dari 57,6% menjadi 80,4%. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan desain grafis dapat meningkatkan kemampuan menggunakan aplikasi “Logo Maker” guru pendidikan khusus.
Pelatihan Servis Ringan Sepeda Motor untuk Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Negeri Pembina
Meiyaldi Eka Putra;
Ramanda Rizky
JPPKh Lectura: Jurnal Pengabdian Pendidikan Khusus Vol. 1 No. 01 (2023): JPPKh Lectura: Jurnal Pengabdian Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/jppkhlectura.v1i01.14718
Seiring berjalannya waktu, peralihan pemberian layanan penyandang disabilitas diawali dengan model pelayanan tradisional yakni secara sukarela, yang melalui beberapa proses transisi sehingga mencapai model pelayanan inklusif dengan inclusive development – inclusive society (Santoso & Apsari, 2017). Model inklusif ini terbentuk demi mencapai kesetaraan hidup penyandang disabilitas dalam setiap segi kehidupan, salah satunya dalam menempuh pendidikan. Melalui pendidikan, manusia dapat memperoleh bekal berupa ilmu yang berguna dalam menghadapi era globalisasi sebagai wadah perkembangan IPTEK. Salah satu keterampilan yang dapat diberikan kepada anak berkebutuhan khusus yaitu pelatihan servis ringan sepeda motor. Metode yang digunakan adalah pelatihan yang bersifat langsung dan praktek. Tahapan kegiatan yang dilakukan terdiri dari tahap analisis situasi (observasi lapangan dan wawancara), tahap persiapan kegiatan (proposal kegiatan), dan tahap pelaksanaan (pelatihan dan evaluasi). Pelatihan dilaksanakan dalam satu kali pertemuan dan berjalan dengan lancar. Hasil pengabdian dilihat dari tingkat pemahaman peserta mengenai penerapan servis ringan sepeda motor di SLB Negeri Pembina Pekanbaru sebelum dan sesudah diberikan pelatihan. Dari hasil analisis, tim pengabdian menilai tingkat pemahaman siswa sebelum penyampaian materi berada pada kategori cukup, dengan angka persentase 53.71%. Peningkatan yang cukup signifikan setelah pelatihan (kategori baik) ditunjukkan dari angka persentase 77.20%. Secara umum dapat ditarik kesimpulan bahwa tingkat pemahaman siswa tentang penerapan servis ringan sepeda motor di SLB Negeri Pembina Pekanbaru sebelum dengan sesudah pelatihan mengalami peningkatan.
Pelatihan Keterampilan Merajut untuk Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Kinasih
Sri Wahyuni;
Nisaul Hasanah;
Meta Silfia Novembli
JPPKh Lectura: Jurnal Pengabdian Pendidikan Khusus Vol. 1 No. 01 (2023): JPPKh Lectura: Jurnal Pengabdian Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/jppkhlectura.v1i01.14748
Salah satu hak yang wajib diberikan kepada seluruh anak adalah pendidikan, termasuk juga dengan anak berkebutuhan khusus yang tertuang dalam UU RI Nomor 8 Tahun 2016 pada Pasal 5. Ada berbagai macam keterampilan yang dapat diberikan kepada anak berkebutuhan khusus, salah satunya adalah keterampilan merajut. Keterampilan merajut lebih mudah untuk diserap dan dipahami serta tidak memerlukan tenaga yang besar, sehingga keterampilan merajut cocok untuk diberikan kepada anak berkebutuhan khusus. Namun, tidak adanya guru yang memiliki keterampilan merajut di SLB Kinasih sehingga diperlukan pelatihan secara langsung untuk mempraktekkan cara merajut pada anak berkebutuhan khusus di SLB Kinasih Pekanbaru. Hasil pelatihan ini ditemukan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta mengenai merajut dari 10% menjadi 55%. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat bagi siswa-siswi di SLB Kinasih Pekanbaru.
Deteksi Dini Anak Berkebutuhan Khusus dan pelatihan Merajut bagi Masyarakat
Rikizaputra;
Wahyuni, Sri;
Effran Zudeta
JPPKh Lectura: Jurnal Pengabdian Pendidikan Khusus Vol. 1 No. 2 (2023): JPPKh Lectura: Jurnal Pengabdian Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/jppkhlectura.v1i2.16092
Deteksi dini anak berkebutuhan khusus sangat penting bagi orang tua dan masyarakat, agar cepat ditangani sehingga anak dapat berkembang secara optimal dan masyarakat dapat menerima keberadaan serta mampu menghadapi anak berkebutuhan khusus dengan sikap yang tepat. Mengingat pentingnya deteksi dini tersebut, maka perlu dukungan kepada orangtua dan masyarakat terkait berbagai gangguan perkembangan yang terjadi pada anak berkebutuhan khusus serta keterampilan, teknik dan langkah-langkah yang diperlukan untuk deteksi dini. Berdasarkan hal tersebut, maka tim melaksanakan pengabdian masyarakat tentang deteksi dini Anak bekebutuhan khusus serta pemberian keterampilan khusus untuk menunjang keterampilan hidup anak berkebutuhan khusus di RW 10 Kelurahan Umbansari. Target dari kegiatan ini adalah komitmen masyarakat dalam mendeteksi dini ABK serta memiliki keterampilan yang bernilai ekonomi, luarannya adalah Meningkatnya pemahaman orang tua dan masyarakat tentang deteksi dini Anak bekebutuhan khusus di RW 10 Kelurahan Umban Sari, Publikasi hasil program pengabdian pada jurnal nasional pengabdian pendidikan khusus dan media masa, buku program deteksi dini anak berkebutuhan khusus dan keterampilan khusus anak berkebutuhan khusus bagi masyarakat dan anak. Metode pelaksanaan kegiatan berupa sosialisasi, dan praktik latihan keterampilan khusus merajut untuk mendukung kemampuan seni dan enterpreneurnya. Hasil Dari pelaksanaan kegiatan pengabdian: 1) Kegiatan Sosialisasi deteksi dini anak berkebutuhan khusus bermanfaat. Dengan adanya Pelatihan ini, masyarakat semakin meningkat pemahaman dan keterampilannya dalam deteksi dini ABK. 2)Terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam keterampilan merajut. Hal ini tergambar dari peningkatan persentase pengetahuan dan keterampilan peserta setelah mengikuti kegiatan. Peningkatan ini menunjukkan bahwa Pelatihan efektif.
Peningkatan Kesadaran dan Penerimaan Masyarakat terhadap Individu Disabilitas
Eldiva, Fiyola Triana;
Jofipasi, Rendi Amora;
Anwar, A Rahim Kurniawan;
Annisa, Ridha
JPPKh Lectura: Jurnal Pengabdian Pendidikan Khusus Vol. 1 No. 2 (2023): JPPKh Lectura: Jurnal Pengabdian Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/jppkhlectura.v1i2.17206
Disabilitas mengacu pada keterbatasan fisik, mental, sensorik atau perkembangan yang dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari seseorang dan berpotensi membatasi partisipasinya dalam masyarakat. Untuk meningkatkan inklusi dan aksesibilitas individu disabilitas memerlukan adaptasi lingkungan, pemberian dukungan, dan peningkatan kesetaraan hak dan peluang. Individu dengan disabilitas sangat membutuhkan dukungan untuk terlibat dan berperan dengan lingkungan masyarakat. Masyarakat memiliki stigma negatif terhadap individu disabilitas. Untuk mendukung dan melibatkan individu dengan disabilitas dalam kegiatan, masyarakat harus memiliki kesadaran bahwa dalam lingkungan bermasyarakat ada individu dengan disabilitas yang memiliki hak yang sama dengan masyarakat pada umumnya. Masyarakat juga harus menerima individu disabilitas sebagai bentuk keberagaman yang ada dalam lingkungan. Tujuan pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah memberikan psikoedukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan penerimaan terhadap individu disabilitas. Hasil kegiatan menggambarkan bahwa pengetahuan masyarakat terhadap individu disabilitas sebelum dan sesudah diberikan edukasi mengalami peningkatan sebesar 29,2%. Semakin meningkatnya kesadaran dan penerimaan masyarakat terhadap disabilitas, masyarakat dapat lebih aktif dalam menciptakan lingkungan yang mendukung hak-hak bagi individu disabilitas.
Sosialisasi Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak Berkebutuhan Khusus Usia Dini
Reswita;
Wahyuni, Sri;
Novembli, Meta Silfia;
Hasanah, Nisaul
JPPKh Lectura: Jurnal Pengabdian Pendidikan Khusus Vol. 1 No. 2 (2023): JPPKh Lectura: Jurnal Pengabdian Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/jppkhlectura.v1i2.17547
Anak berkebutuhan khusus usia dini mengacu pada keterbatasan fisik, mental, sensorik atau perkembangan yang dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari seseorang dan berpotensi membatasi partisipasinya dalam masyarakat. Keterlibatan orangtua dalam kehidupan anaknya akan memiliki dampak panjang terhadap kesejahteraan anak. Pada budaya patriarki, pengasuhan anak kerap diserahkan kepada ibu. Ayah berperan sebagai pencari nafkah dan pelindung keluarga. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan sering dianggap hanya sebatas pendukung ibu. Padahal ayah sebetulnya punya peran yang sangat besar dalam pengasuhan anak. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah Sosialisasi peran ayah dalam pengasuhan anak berkebutuhan khusus usia dini. Metode yang dilakukan yaitu ceramah, diskusi atau tanya jawab. Prosedur yang dilakukan dalam kegiatan ini terbagi 2 sesi. Hasil yang ditemukan secara umum berada pada kategori baik dengan rata-rata 62.50. Sedangkan peran ayah setelah dilaksanakan sosialisasi, secara umum berada pada kategori baik dengan rata-rata 78.57. Peningkatan ini menunjukkan bahwa sosialisasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan orangtua.
Pelatihan Gerak dan Lagu bagi Mahasiswa Pendidikan Khusus
Wahyuni, Sri;
Sembiring, Al Kudri;
Novembli, Meta Silfia;
Fitriani, Dina
JPPKh Lectura: Jurnal Pengabdian Pendidikan Khusus Vol. 1 No. 2 (2023): JPPKh Lectura: Jurnal Pengabdian Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/jppkhlectura.v1i2.17629
Gerak dan lagu merupakan dua elemen yang dapat saling melengkapi untuk menciptakan pengalaman seni yang kaya dan beragam. Ketika gerak dan lagu digabungkan, dapat menciptakan pengalaman seni yang menggugah dan memikat, membawa manfaat estetis dan terapeutik. Gerak dan lagu memiliki sejumlah manfaat yang signifikan, baik secara fisik, kognitif, emosional, maupun sosial. Penggabungan gerak dan lagu dalam berbagai konteks memberikan manfaat holistik bagi individu, dari aspek fisik hingga psikososial. Di sekolah umum, dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) gerak dan lagu sudah masuk dalam kurikulum dengan nama seni budaya. Dewasa ini peran gerak lagu sudah sangat luas, dimana gerak dan lagu tidak hanya berperan sebagai hiburan semata tetapi sudah banyak dimanfaatkan di berbagai bidang baik medis maupun pendidikan. Di bidang medis lagu dapat digunakan sebagai terapi untuk penyembuhan penyakit tertentu, sedangkan dalam bidang pendidikan lagu digunakan sebagai sarana untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi mahasiswa Pendidikan Khusus (PKh) semester 3 yang merupakan calon guru Sekolah Luar Biasa. Metode yang dilakukan yaitu ceramah, diskusi atau tanya jawab, serta simulasi dan praktek. Hasil yang menggambarkan bahwa mahasiswa sangat antusias dalam mengikuti kegiatan.
Sosialisasi Pembelajaran Anak Down Syndrome di Sekolah PAUD Inklusi
Setiawan, Robiansyah;
Muttaqin, Luqmanil Hakim
JPPKh Lectura: Jurnal Pengabdian Pendidikan Khusus Vol. 1 No. 2 (2023): JPPKh Lectura: Jurnal Pengabdian Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/jppkhlectura.v1i2.17907
Down syndrome adalah suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak yang diakibatkan adanya abnormalitas perkembangan kromosom. Untuk dapat mengoptimalkan kemampuan anak dengan down syndrome, penangannya harus secara komprehensif, antara orang tua, psikologi, dokter, guru dan terapis. Pelatihan atau pendidikan yang diberikan tentu saja mengacu pada tingkat retardasi yang dialami oleh anak dan potensi yang dimilikinya. Untuk bidang pendidikan, terutama tingkat prasekolah, penanganan anak down syndrome dapat ditekankan pada pengembangan keterampilan bersosialisasi dan aktivitas bantu diri sederhana atau tujuan pendidikan lebih diarahkan pada sosialisasi, kegiatan bantu diri, dan aktivitas pekerjaan sederhana. Anak Down syndrome sangat membutuhkan pendidikan seperti pendidikan inklusi sebagai memenuhi kebutuhan pendidikannya dan mengembangkan interaksi sosialnya terhadap teman sebayanya. Di sekolah inklusi, anak down syndrome akan bergabung dengan anak normal dan anak berkebutuhan khusus. Tujuan kegiatan pengabdian adalah memberikan sosialisasi kepada guru mengenai pembelajaran bagi anak down syndrome. Metode yang digunakan yaitu ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Hasil yang diperoleh setalah dilakukan sosialisasi yaitu terdapat peningkatan pengetahuan guru mengenai pembelajaran anak down syndrome sebesar 50,87% dibandingkan sebelum dilakukan kegiatan sosialisasi. Peningkatan ini menunjukkan bahwa sosialisasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan guru.