Latar belakang: Pengetahuan masyarakat terhadap cara penyimpanan dan pemusnahan obat sangat rendah. Hal ini mengakibatkan ketidakstabilan obat sehingga berdampak pada penurunan khasiat dan keamanan. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap cara penyimpanan dan pemusnahan obat pada anggota Dawis 4 Desa Sidaboa, Patikraja, Banyumas. Metode: Edukasi dilakukan menggunakan metode penyuluhan, tutorial dan praktik cara penyimpanan dan pemusnahan obat meliputi sediaan solid, semisolid dan liquid. Evaluasi keberhasilan proses edukasi diukur menggunakan pretest dan postest (kuisioner). Kuisioner disusun sebanyak 100 pernyataan (50%: penyimpanan dan 50%: pemusnahan obat). Hasil: Data pretest menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat tentang penyimpanan obat sangat rendah (jawaban benar sediaan solid, semisolid, liquid berturut-turut: 21, 20, dan 9%) dan pemusnahan obat (jawaban benar sediaan solid, semisolid, liquid berturut-turut: 9, 9, dan 8%). Data postest menunjukan terjadinya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penyimpanan obat (jawaban benar sediaan solid, semisolid, liquid berturut-turut: 90, 87, dan 85%) dan pemusnahan obat (jawaban benar sediaan solid, semisolid liquid berturut-turut: 78, 81, dan 82%). Hasil postest menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap penyimpanan dan pemusnahan obat yang berbeda signifikan jika dibandingkan terhadap data pretest sebelum dilakukan edukasi (P<0.05). Kesimpulan: Metode edukasi melalui penyuluhan, tutorial dan praktik penyimpanan dan pemusnahan obat sangat efektif dan efisien dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat.
Copyrights © 2024