AbstrakDemam Berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang banyak berkembang di daerah tropis terutama pada awal musim penghujan dan menjadi permasalahan kesehatan yang serius karena dapat mengakibatkan kematian. Vektor pembawa dari penyakit DBD adalah nyamuk yaitu Aedes aegypti. Repelen merupakan zat yang dapat membuat serangga tidak tertarik terhadap manusia, sehingga dapat mengurangi kontak antara vektor nyamuk pembawa penyakit dengan manusia. Minyak peppermint merupakan salah satu minyak atsiri yang tidak disukai aromanya oleh nyamuk, sehingga dapat dikembangkan menjadi produk farmasi yang komersial repelen. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa terkait proses pembuatan emulgel peppermint sebagai antinyamuk. Metode yang digunakan pada kegiatan tersebut adalah demonstrasi pembuatan emulgel antinyamuk minyak peppermint dan pembuatan produk emulgel yang dipraktikkan langsung oleh 28 peserta pelatihan yang berasal dari siswa/i SMK Kartini Bhakti Mandiri. Keberhasilan dari kegiatan tersebut diketahui dengan mengukur tingkat pemahaman peserta melalui pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Nilai rata-rata pengetahuan siswa sebelum dilakukan intervensi adalah 70 dan setelahnya menjadi 90. Kegiatan ini telah terbukti dalam peningkatan pengetahuan siswa dalm praktik pembuatan emulgel antinyamuk. kata kunci: emulgel; demam berdarah dengue; peppermint AbstractDengue fever is one of the most common diseases in the tropics, especially at the beginning of the rainy season, and is a serious health problem because it can cause death. The vector of DHF is the mosquito, Aedes aegypti. Repellents are substances that can make insects uninterested in humans, thus reducing contact between disease-carrying mosquito vectors and humans. peppermint oil is one of the essential oils whose aroma is disliked by mosquitoes so it can be developed into a commercial repellent pharmaceutical product. The purpose of this activity is to increase students' knowledge related to the process of making peppermint emulgel as mosquito repellent. The method used in the activity was a demonstration of making peppermint oil anti-mosquito emulgel and making emulgel products which were practiced directly by 28 trainees from students of SMK Kartini Bhakti Mandiri. The activity's success was known by measuring the level of understanding of the participants through the measurement of knowledge before and after the intervention. The average score of students' knowledge before the intervention was 70 and afterward became 90. This activity has been proven to increase student's knowledge in the practice of making anti-mosquito emulgel. Keywords: emulgel; dengue fever; peppermint
Copyrights © 2024