Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan di Paguyuban RT 17 Batu Ampar, Kota Balikpapan.Banyaknya sampah yang berserakan di pinggir jalan dan parit-parit telah merusak keindahan, menimbulkan bau tidak sedap, dan menjadi sarang penyakit serta infeksi saluran pernapasan akut akibat pembakaran. Sampah yang menumpuk terdiri dari jenis organik (rumah tangga dan perkebunan) dan anorganik (plastik). Kegiatan pengabdian bertujuan untuk membantu para petani sebagai mayoritas profesi dengan memanfaatkan sampah organik menjadi kompos. Kompos juga digunakan pada beberapa tanaman hias hasil kegemaran dari sebagian ibu-ibu. Di sisi lain, sampah plastik dimanfaatkan sebagai ecobrick bersama para anak yang berpotensi dijadikan karya yang bernilai jual. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian dengan ceramah dan penerapan instruktif secara project based learning. Kegiatan pengabdian dibuka secara simbolis dengan pendirian bank sampah yang terletak di poskamling yang berfungsi untuk memilah sampah organik dan anorganik. Pupuk kompos diproduksi dengan rasio sampah organik dan aktivator bakteri (50:1) selama kurun waktu 2-3 minggu fermentasi. Parameter keberhasilan kegiatan diukur dari >80% warga merasa puas dengan metode kuantitatif dan hasilnya rata-rata akhir 87,1% dengan jumlah 29 responden telah merasa senang oleh rangkaian kegiatan. Rinciannya yaitu sebanyak 89,7% program kerja sesuai dijalankan, 82,8% program kerja menarik, 100% interaksi tim pengabdian dengan warga, namun antusias warga mendapatkan nilai 75,9%. Responden terdiri dari pemangku kepentingan wilayah, ibu-ibu yang juga mewakili para anak pada kegiatan ecobrick, dan para petani yang memanfaatkan langsung pupuk kompos. Kegiatan ini sarana internalisasi Institut Teknologi Kalimantan ke masyarakat yang harapannya mampu memberikan dampak positif dan berkelanjutan untuk mengatasi sampah yang tidak termanfaatkan serta mencemari kesehatan lingkungan. Kata kunci: anorganik; ecobrick; kompos; organik; sampah Abstract Community service activities located in Paguyuban RT 17 Batu Ampar, Balikpapan City, due to the large amount of trash scattered on the side of the side and ditches have damage beauty, caused unpleasant odors, become a hotbed of disease, and acute respiratory infections due to burning. Pile waste consists of organic (household and agriculture) and inorganic (plastic). The service activities aim to help farmers as the majority of profession by utilizing organic waste into compost. Compost is also used in some ornamental plants which are a favorite of some mothers. On the other hand, plastic waste is used as an eco-bricks with children who has the potential to be a valuable work. The method of implementing the service activities was through lectures and instructive application by project based learning. The service activity was symbolically opened with the establishment of a garbage bank located in the poskamling to sort out organic and inorganic waste.Compost fertilizers are produced ata ratio of organic waste and bacterial activators (50:1) over a period of 2-3 weeks of fermentation. The success parameter of the activity was measured from up to 80% of residents satisfied with the quantitative method and the final result was 87.1% with 29 respondents have been pleased by the series of activities. The details are 89.7% of work programs are appropriate to implement, 82.8% of work programs are interesting, and 100% of interactions between service team and residents, but the enthusiasm of residents gets a score of 75.9%. Respondents consisted of regional stakeholders, mothers who also represented children in the ecobricking activity, and farmers who directly utilized the compost. This activity is a means of internalizing the Institut Teknologi Kalimantan to the community whose is expected to have a positive and sustainable impact on over-coming unused waste and polluted environmental health. Keywords: inorganic; ecobricks; compost; organic; waste
Copyrights © 2024