Emerging adulthood merupakan fase perkembangan seorang individu yang berumur 18 -25, dalam periode ini, individu melakukan fase eksplorasi identitas yang tidak jarang menyebabkan krisis, yang berimplikasi pada rentannya individu untuk terpapar stres, cemas, depresi dan masalah mental lainnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menyelidiki dampak yang dihasilkan perceived social support dan resiliensi terhadap kesejahteraan psikologis pada emerging adulthood di Karawang, penelitian ini menerapkan metode kuantitatif, responden pada penelitian sebanyak 248 emerging adulthood yang lahir dan tinggal di Karawang. Instrumen penelitian ini adalah skala psikologi yaitu : Ryff Psychological Well Being Scale untuk mengukur kesejahteraan psikologis, skala Multidimentional Perceived Social Support untuk mengukur perceived social support (PSS) dan Skala Resiliensi yang diadopsi dari Skala Psychological Capital Quettionnaire dengan teknik pengumpulan data menggunakan skala psikologi yang dimuat dalam bentuk formulir online yang disebar kepada responden dengan kriteria yang sesuai. Hasil penelitian menunjukan bahwa, secara parsial perceived social support dan resiliensi memberikan pengaruh kepada kesejahteraan psikologis. Secara simultan menunjukan bahwa perceived social support dan resiliensi memiliki dampak terhadap kesejahteraan psikologis pada emerging adulthood di Karawang dengan nilai signifikansi 0,05, secara simultan perceived social support dan resiliensi memberikan dampak sebesar 15% pada kesejahteraan psikologis.
Copyrights © 2024