Remaja putri merupakan kelompok berisiko tinggi. Permasalahan status gizi remaja masih tinggi di Indonesia. Hal ini berdampak pada penurunan imunitas dan kinerja remaja. Remaja putri lebih berisiko dibandingkan remaja laki-laki karena remaja putri mengalami menstruasi. Oleh karena itu, perlu diberikan pendidikan kesehatan tentang masalah status gizi pada remaja putri. Kegiatan saat penyuluhan kesehatan terbagi dalam tiga tahap, yaitu tahap pretest, proses pemberian penyuluhan kesehatan tentang masalah status gizi remaja putri selama 15 menit dan dilanjutkan dengan tanya jawab selama 10 menit, tahap ketiga adalah posttest. Metode yang digunakan adalah metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab serta penggunaan media berupa powerpoint dan e-leaflet. Pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan dilakukan menggunakan kuesionor. Hasil dari pengabdian masyarakat menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan remaja putri yang berpengetahuan baik sebesar 31,3%. Hal ini ditunjang media yang digunakan berupa powerpoint dan e-leaflet disertai gambar sehingga mudah untuk memahami materi yang disampaikan. Disarankan untuk sering memberikan informasi tentang status gizi sebagai upaya meningkatkan pengetahuan sehingga dapat menekan permasalahan gizi remaja putri.
Copyrights © 2024