Pengerjaan skripsi berpotensi dapat memicu timbulnya stres akademik pada mahasiswa akhir. Dengan regulasi emosi yang tepat dan dilatih dengan baik dianggap dapat membantu persoalan yang dialami oleh mahasiswa untuk mengatasi distress yang menganggu. Peneliti menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan studi korelasi. Peneliti ingin lebih lanjut mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan stres akademik pada mahasiswa akhir. Penelitian ini dilakukan kepada 100 mahasiswa Univeritas Gunadarma Kalimalang Jurusan Manajamen (48 laki-laki dan 52 perempuan) yang sedang mengerjakan skripsi dengan menggunakan metode convenience sampling untuk pengambilan sampel. Data diperoleh dari kuesioner yang disebarkan melalui google form. Peneliti menggunakan skala yang disusun sendiri untuk mengukur stres akademik dan skala Emotion Regulation Questionnare (ERQ) untuk mengukur regulasi emosi. Berdasarkan hasil uji korelasi Pearson correlation menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,942 (P<0,05) dan nilai pearson correlation adalah -0,007. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan, negative, dan sangat lemah antara regulasi emosi dengan stres akademik pada mahasiswa akhir. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis alternatif (ha) ditolak.
Copyrights © 2024