Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi seperti media sosial telah mengalami perkembangan yang signifikan, sehingga membawa dampak kompleks terhadap kehidupan. Media sosial berfungsi sebagai akses berkomunikasi dalam konektivitas sosial dan perangkat untuk mencari hiburan. Pada sisi lain, media sosial merupakan platform dimana kekerasan siber dapat terjadi kepada penggunanya. Berbagai kasus kekerasan siber dalam media sosial dialami remaja perempuan, diantaranya menjadi korban penyebaran konten pornografi, pengancaman dan pelecehan seksual secara daring. Prevalensi Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) di Indonesia mengalami kenaikan dan sering kali tidak dianggap serius. Tujuan penelitian ini untuk menguji kontrol diri sebagai moderator dalam hubungan antara kesepian dan kekerasan siber pada remaja perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional non-eksperimental. Metode analisis yang digunakan yaitu uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji multikolinearitas dan uji regresi. Partisipan penelitian merupakan remaja perempuan sebanyak 113 orang, berusia 17-24 tahun, aktif menggunakan media sosial dan pernah mengalami kekerasan digital dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Instrumen penelitian adalah Experiencing Cyber Violence Scale terdiri dari 34 pertanyaan, Loneliness Scale terdiri 20 pertanyaan dan Self-control Scale terdiri dari 10 pertanyaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kontrol diri, kesepian dan kekerasan siber. Peran kontrol diri tidak memoderasi kesepian dan kekerasan siber, namun dari uji korelasi mengindikasikan bahwa kontrol diri berperan atau berkontribusi dalam terjadinya kesepian dan kekerasan siber.
Copyrights © 2024