Tanaman terung merupakan komoditas yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. Terung banyak dibudidayakan oleh petani secara konvensional dengan input anorganik seperti pupuk. Hal ini dapat mengancam keberlanjutan pertanian sehingga diperlukan alternatif untuk menggantikan pupuk anorganik tersebut, yaitu dengan menerapkan pertanian organik menggunakan Jadam Liquid Fertilizer (JLF). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi JLF dari limbah terung yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil terung pada tanah aluvial. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal, yaitu "Konsentrasi JLF dari Limbah Terung" (j) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan. Percobaan diulang sebanyak 5 kali dan setiap satuan percobaan terdiri dari 8 tanaman. Variabel penelitian yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah cabang (buah), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah (buah), berat buah per tanaman (g), bobot buah per buah (g), panjang buah (cm), dan diameter buah (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa JLF dengan konsentrasi 20% merupakan konsentrasi yang efisien terhadap variabel jumlah cabang. JLF dengan konsentrasi 10% merupakan konsentrasi yang efisien terhadap seluruh variabel hasil tanaman yaitu jumlah buah, berat buah per tanaman, bobot buah per buah, panjang buah, dan diameter buah.
Copyrights © 2024