Resiliensi akademik memainkan peran penting dalam membantu siswa mengelola dan mengatasi stres akademik yang berlebihan, terutama dalam lingkungan yang menantang seperti situasi keluarga broken home. Dukungan dari keluarga sangat penting dalam membangun resiliensi, yang pada gilirannya membantu siswa menghindari dampak negatif dari stres akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara resiliensi akademik dan stres akademik pada siswa dari keluarga broken home. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan 160 siswa yang dipilih melalui purposive sampling. Data dianalisis menggunakan korelasi Pearson untuk menentukan hubungan antara variabel. Skala Resiliensi Akademik (ARS-30) digunakan untuk mengukur resiliensi akademik, sedangkan Inventori Stres Kehidupan Mahasiswa (SSI-35) digunakan untuk mengukur tingkat stres akademik. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan antara resiliensi akademik dan stres akademik (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa siswa dengan resiliensi akademik yang lebih tinggi cenderung mengalami tingkat stres akademik yang lebih rendah. Ini menyarankan bahwa strategi pembangunan resiliensi dapat sangat bermanfaat bagi siswa dari keluarga broken home untuk mengatasi tekanan akademik dengan lebih baik.
Copyrights © 2024