Teori perilaku dalam pendidikan diterapkan melalui program dengan prinsip-prinsip behaviorisme, seperti penguatan positif dan negatif. Misalnya, penghargaan atau pujian diberikan untuk perilaku yang diinginkan, sementara tugas yang tidak disukai siswa dihilangkan ketika mereka menunjukkan perilaku baik. Namun, teori perilaku sering dikritik karena terlalu fokus pada perilaku yang dapat diamati dan kurang memperhatikan proses mental internal seperti motivasi, pemahaman, dan kreativitas. Pergeseran terlihat dengan munculnya teori pembelajaran kognitif dan konstruktivis yang menekankan peran aktif siswa dalam membangun pengetahuan mereka. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis teori perilaku dalam pembelajaran dengan metode systematic literature reviewe. Kesimpulan bahwa teori perilaku dalam pendidikan dan kesehatan mental semakin relevan di era komputer dan internet saat ini. Perubahan perilaku yang disebabkan oleh kemajuan teknologi informasi tidak didukung oleh fondasi kepribadian yang kuat, terutama dalam hal agama dan karakter. Degradasi moral dan masalah adaptasi sosial muncul sebagai hasilnya. Teori perilaku seperti kesadaran metakognitif sangat penting untuk membantu siswa belajar, terutama matematika. Siswa yang mampu berpikir secara metakognitif mungkin lebih percaya diri dalam menyelesaikan masalah. Selain itu, literasi digital memainkan peran penting dalam mengajarkan perilaku berpikir kritis dan kreatif sambil mempertahankan nilai-nilai sosial, emosional, dan spiritual. Di era metaverse, teknologi seperti augmented reality dan virtual reality meningkat dalam pengajaran
Copyrights © 2024