Kitab Imamat menyajikan pemahaman tentang relasi manusia dengan Allah dalam konteks ritual dan hukum. Studi tentang analisis antropologi teologis terhadap konsep kekudusan manusia dalam kitab ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pemahaman antropologi teologis tentang kekudusan manusia dalam Imamat 16:29-30, dengan fokus pada implikasinya bagi spiritualitas kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode analisis teks dan hermeneutik, penelitian ini menggabungkan pendekatan eksegesis historis-gramatikal dengan analisis antropologi budaya untuk mengungkap lapisan makna dalam teks. Kebaruan penelitian memberikan pemahaman komprehensif tentang konsep kekudusan dalam konteks budaya Israel kuno dan relevansinya saat ini. Hasil penelitian yang utama adalah sikap rendah hati dalam praktik penebusan dan pengampunan dosa. Dengan demikian diharapkan berkontribusi pada pengembangan hubungan antropologi teologis yakni agar setiap orang saling merendahkan hati dan memberi pengampunan satu dengan yang lain.
Copyrights © 2024