Kesulitan membaca pada siswa SD di Desa Parseh, Bangkalan, menjadi tantangan serius dalam meningkatkan budaya literasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penyebab dan merancang solusi melalui komunitas literasi berbasis masyarakat. Dengan pendekatan kualitatif, data diperoleh dari observasi, wawancara, dan FGD. Faktor utama yang ditemukan meliputi kurangnya perhatian orang tua, kondisi keluarga, penggunaan gawai berlebih, serta minimnya fasilitas literasi. Komunitas literasi dibentuk dengan melibatkan relawan untuk mengadakan kegiatan membaca intensif, permainan literasi, dan pelatihan pendampingan secara berkala.
Copyrights © 2024