Abstrak. Perilaku self-injury telah menjadi fenomena kesehatan mental yang semakin mengkhawatirkan di kalangan remaja dan dewasa muda. Beberapa penelitian mengemukakan bahwa mahasiswi pernah melakukan self-injury setidaknya satu kali dalam hidupnya, dengan prevalensi dua kali lebih tinggi pada perempuan dibandingkan laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, usia onset, dan frekuensi perilaku self-injury pada mahasiswi di Kota Makassar. Studi deskriptif kuantitatif ini melibatkan 11 mahasiswi berusia 17-23 tahun yang pernah melakukan self-injury. Metode pengumpulan data menggunakan survei dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk self-injury paling umum adalah cutting dan memukul, dengan rata-rata usia onset 14 tahun, 16 tahun, dan 20 tahun. Frekuensi perilaku bervariasi dari sekali dalam tiga bulan hingga hampir setiap hari, namun mayoritas berada pada kategori rendah hingga sedang. Studi ini memberikan wawasan penting tentang dinamika self-injury pada mahasiswi di wilayah Indonesia Timur dan menekankan perlunya pendekatan komprehensif dalam memahami dan mendukung kesehatan mental perempuan muda. Kata kunci: Mahasiswi, Self Injury, Makassar
Copyrights © 2024