Latar Belakang: Prevalensi obesitas anak dan remaja meningkat secara global, termasuk di Indonesia, yang kini menghadapi masalah gizi serius pada kelompok usia remaja. Obesitas remaja berdampak pada kesehatan jangka panjang, seperti munculnya penyakit tidak menular dan gangguan metabolik. Tujuan penelitian mengidentifikasi hubungan pola konsumsi makan dan minuman terhadap obesitas remaja di Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya.Metode: Studi menggunakan pendekatan kasus-kontrol dengan 126 responden, terdiri dari 42 kasus obesitas dan 84 kontrol. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran langsung, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik.Hasil: Hasil menunjukkan bahwa remaja yang sering mengonsumsi soft drink memiliki risiko 2,57 kali lebih tinggi mengalami obesitas (p=0,027), sedangkan konsumsi junk food meningkatkan risiko 2,8 kali (p=0,014). Rendahnya konsumsi sayur dan buah juga signifikan, dengan OR masing-masing 2,8 (p=0,014) dan 3,86 (p=0,001). Analisis multivariat menegaskan bahwa konsumsi buah adalah faktor paling dominan (OR=1,010, p=0,000).Kesimpulan: kebiasaan mengonsumsi soft drink, junk food, dan rendahnya konsumsi sayur dan buah berperan penting dalam peningkatan risiko obesitas pada remaja.
Copyrights © 2024