Kecemasan merupakan permasalahan psikologis yang sering muncul pada pasien gagal ginjal kronik. Sebagian besar pasien yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Baptis Kediri mengalamai kecemasan. Self-efficacy berperan penting dalam memberikan keyakinan diri bahwa dilakukan hemodialisa akan mempertahankan hidup pasien. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh self-efficacy terhadap kecemasan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Baptis Kediri. Desain penelitian ini menggunakan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel yaitu 18 responden sesuai dengan kriteria inklusi pasien Gagal Ginjal Kronik yang terpasang Av Shunt, pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa > 1 tahun. Uji statistik untuk melihat pengaruh antar variable menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukan bahwa self-efficacy paling banyak adalah self-efficacy tinggi (44,4%), dan kecemasan paling banyak adalah kecemasan ringan (38,9%). Hasil uji statistik Spearman Rho diperoleh nilai signifikan p=0,008 < 0,05 hal ini menunjukan ada pengaruh self-efficacy dengan kecemasan. Kesimpulan penelitian menunjukan bahwa self-efficacy pengaruh terhadap kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Baptis Kediri. Dimana dengan self-efficacy tinggi mampu menurunkan kecemasan yang dirasakan pasien.
Copyrights © 2025