Program penyediaan air minum berbasis masyarakat dikenal sebagai Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum, bertujuan memberikan akses air minum kepada rumah tangga di kota maupun perdesaan yang tidak terjangkau oleh layanan Perusahaan Daerah Air Minum. Kurangnya kesadaran pelanggan air dalam pembayaran iuran menjadi hambatan dalam pemenuhan air bersih di Desa Sumberagung. Oleh karena itu, selain memperhatikan modal ekonomi dan sumber daya manusia, modal sosial masyarakat juga menjadi fokus pada peningkatan pengelolaan air bersih. Tujuan penelitian ini adalah mengukur tingkat modal sosial masyarakat Desa Sumberagung dalam peningkatan pengelolaan air bersih. Analisis dilakukan menggunakan metode Social Network Analysis dengan tiga variabel: tingkat partisipasi, kerapatan dan sentralitas, dengan memanfaatkan software UCINET Versi 6.528. Dengan teknik pengumpulan data primer yaitu observasi dan angket yang dibagikan kepada pengguna air sebanyak 685 KK dengan diambil sampel sebanyak 88 KK menggunakan rumus Taro Yamane. Studi ini menemukan bahwa nilai partisipasi masyarakat tergolong rendah, nilai kerapatan dan sentralitas masyarakat tergolong tinggi. Hal ini menunjukkan meskipun individu dalam masyarakat tersebut cenderung berinteraksi secara intensif dan saling terkait, mereka tidak aktif secara langsung dalam pengelolaan air bersih. Masyarakat cenderung mengikuti kelembagaan internal di desa, sehingga dikategorikan dalam tingkat modal sosial Bonding Social Capital.
Copyrights © 2024