Dalam konteks Indonesia, Kurikulum Merdeka menawarkan fleksibilitas dalam proses pembelajaran, namun implementasinya di PAUD menghadapi tantangan, terutama terkait teknologi dan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi Kurikulum Merdeka berbasis sibernetik di lembaga PAUD di Provinsi Banten, dengan fokus pada kesiapan lembaga, pendidik, dan akses terhadap teknologi. Metode kualitatif dengan desain studi kasus digunakan untuk menggali kondisi di tiga lembaga PAUD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun TK Condrodimuko berhasil menerapkan kurikulum ini, tantangan seperti kurangnya literasi digital guru dan dukungan orang tua masih ada. Di TK Nur Amila, guru-guru berusaha beradaptasi, tetapi akses jaringan terbatas menghambat penggunaan teknologi. Sementara itu, TK Islam Al-Mumtaz belum menerapkan pendekatan sibernetik karena masih menggunakan metode pembelajaran sentra. Penelitian ini diharapkan memberikan rekomendasi untuk peningkatan kualitas pendidikan PAUD di Banten serta mendukung kebijakan pemerintah dalam mewujudkan Kurikulum Merdeka yang inklusif dan adaptif.
Copyrights © 2024