Studi ini mengeksplorasi faktor-faktor yang mendasari kontribusi terhadap kebutuhan keluarga berencana yang belum terpenuhi di antara pasangan usia reproduksi di Kelurahan Kenangan Baru, Indonesia. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui sumber sekunder, termasuk laporan pemerintah dan penelitian sebelumnya. Temuan ini mengungkapkan bahwa terbatasnya akses ke layanan kontrasepsi, informasi dan pendidikan yang tidak memadai, norma sosial budaya, dan kendala ekonomi adalah hambatan utama bagi keluarga berencana. Hasil ini selaras dengan data nasional dan internasional yang menyoroti prevalensi kebutuhan yang belum terpenuhi. Studi ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk intervensi yang ditargetkan untuk mengatasi hambatan ini dan meningkatkan akses ke layanan keluarga berencana. Rekomendasi termasuk meningkatkan infrastruktur perawatan kesehatan, mempromosikan pendidikan seksual yang komprehensif, menantang norma-norma sosial yang berbahaya, dan memberikan insentif keuangan untuk penggunaan kontrasepsi. Dengan mengatasi masalah ini, pembuat kebijakan dan penyedia layanan kesehatan dapat secara efektif mengurangi kebutuhan yang tidak terpenuhi dan meningkatkan hasil kesehatan reproduksi di masyarakat.
Copyrights © 2024