Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi konflik sosial yang mungkin timbul akibat pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur, dengan fokus pada dampaknya terhadap masyarakat adat dan perubahan budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan, yang mengkaji literatur, artikel jurnal ilmiah, serta sumber berita dan dokumen resmi pemerintah terkait isu ini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemindahan IKN berpotensi memicu ketegangan sosial, mengancam keberlanjutan pekerjaan tradisional masyarakat adat, dan memperburuk marginalisasi ekonomi mereka. Selain itu, akulturasi budaya antara masyarakat lokal dan pendatang dapat terjadi, berisiko menggerus budaya asli masyarakat adat. Penelitian ini memberikan kontribusi akademis bagi pengembangan ilmu kebijakan dengan menawarkan rekomendasi kebijakan yang inklusif, memperkuat sistem hukum adat, serta mengedepankan pencegahan dini untuk mengelola potensi konflik sosial dalam proses pembangunan IKN. Kata Kunci: Pemindahan IKN; Konflik Sosial
Copyrights © 2024