Pendekatan interdisipliner telah menjadi semakin penting dalam menjawab permasalahan kompleks yang dihadapi oleh komunitas Islam kontemporer. Penelitian ini didasari dari kesenjangan paradigma secara epistimologis, Ulama (tradisional) yang memiliki pemahaman yang mendalam tentang teks-teks agama dan hukum Islam, namun kurang familiar dengan metodologi ilmiah dan perkembangan ilmu pengetahuan modern. Sebaliknya, intelektual muslim di universitas cenderung menguasai metodologi ilmiah tetapi kurang mendalami studi keislaman tradisional yang mengakibatkan terbatasnya dialog dan integrasi antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan kontemporer. Fokus penelitian ini yaitu 1) Bagaimana pengembangan kolaboratif ulama dan intelektual muslim melalui pendekatan interdisipliner dalam studi Islam kontemporer; 2) bagaimana dampak pengembangan kolaboratif ulama dan intelektual muslim dalam studi islam kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan kolaboratif ulama dan intelektual muslim melalui pendekatan interdisipliner dalam studi islam kontemporer; dampak pengembangan kolaboratif ulama dan intelektual muslim dalam studi Islam kontemporer. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Adapun Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pengembangan kolaborasi antara ulama (tradisional) dan intelektual muslim melalui pendekatan interdisipliner dalam studi islam kontemporer tidak hanya memperkuat integrasi ilmu pengetahuan, akan tetapi juga mendorong inovasi dalam pendidikan dan penelitian; 2) Pendekatan interdisipliner memiliki dampak yang berpotensi besar untuk memperkuat fondasi intelektual komunitas Islam dan mempromosikan perkembangan keilmuan yang lebih inklusif dan berkelanjutan dalam membangun serta memecahkan masalah umat islam kontemporer.
Copyrights © 2024