Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Mulk Jember adalah lembaga yang berfokus pada pengajaran dan pembinaan hafalan Al-Qur’an, lembaga ini berupaya menyediakan metode bernama Silat-Qu(Satu Hari Lima Ayat Al-Qur’an) dengan tujuan untuk memudahkan para santri dalam proses hafalan dan memahami Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan Metode Silat-Qu (satu hari lima ayat Al-Qur’an) dalam meningkatkan kemampuan menghafal Al-Qur’an di PP Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Al-Mulk Jember, peneliti juga ingin mengetahui faktor pendukung dan penghambat penerapan Metode Silat-Qu (satu hari lima ayat Al-Qur’an) dalam meningkatkan kemampuan menghafal Al-Qur’an di PP Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Al-Mulk Jember. Peneitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Melalui sumber data yang di dapat dari observasi, wawancara dan dokumentasi, serta menggunakan referensi dari buku, skripsi dan artikel terkait. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: Metode Silat-Qu di PP Tahfidzul Qur’an Al-Mulk Jember dapat memudahkan santri jika istiqomah menghafal Al-Qur’an lima ayat setiap hari dan memiliki niat serta motivasi yang kuat. Selain itu, metode ini dapat meningkatkan kemampuan santri untuk mengidentifikasi posisi ayat di halaman Al-Qur’an baik disisi kanan maupun kiri dan bahkan dapat menyebut ayat Al-Qur’an hanya dengan menyebutkan nomor ayatnya; mengamati bacaan awal dan akhir; mengenali kalimat yang awal dari setiap ayat-nya; membiasakan membaca ulang 20 kali per ayat yang dikombinasikan teknik maju-mundur dan ganjil-genap; Serta mengintegrasikan sistem jari sebagai panduan hafalan yang mengoptimalkan memori kinestetik dan visual santri. Ada beberapa faktor pedukung yaitu sarana pembelajaran yang memadai seperti mushaf Al-Qur’an, buku ziyadhah dan riyadhah, buku Silat-Qu, kitab majmu' wadhifatul a'mal. Selain itu, dukungan penuh dari lembaga karena sesuai dengan tujuan lembaga yang memprioritaskan pendidikan Al-Qur'an, serta dilihat dari segi istiqomah muroja’ah, menjaga sholat malam, memperbanyak doa dan motivasi. Sedangkan, faktor penghambatnya yaitu beberapa santri yang belum lancar membaca Al-Qur'an dan mengalami kesulitan dalam menghafal. selain itu, kurangnya konsistensi dalam melakukan muraja'ah.
Copyrights © 2025