Hans Georg Gadamer meyakini bahwa pemahaman terjadi dalam konteks sejarah dan budaya, menolak gagasan "kebenaran" objektif dan mutlak yang terpisah dari konteks sejarah dan pengalaman pribadi. Konsep sentralnya menggambarkan hubungan dinamis antara penafsir, teks, dan konteks. Visinya meresapi berbagai disiplin, menciptakan landasan bagi pendekatan pemahaman yang holistik dan kontekstual. Ketertarikannya pada relativitas pengalaman dan sejarah membentuk pandangan hermeneutisnya, memperkaya wawasannya terhadap keragaman penafsiran. Filsafat hermeneutika Gadamer, yang dikenal sebagai Hermeneutik, mengakui bahwa pemahaman terjadi dalam konteks sejarah dan budaya. Hermeneutika Gadamer menawarkan landasan konseptual yang kuat untuk menyelidiki makna dalam konteks yang kompleks dan terus berubah. Pemikirannya mempromosikan pemahaman yang lebih mendalam melalui pengakuan terhadap ketidakberlanjutan kebenaran mutlak, mendorong pandangan yang lebih inklusif terhadap interpretasi dan makna.
Copyrights © 2024