Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Vol 3 No 3 (2024): Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam

EVOLUSI SISTEM PEMERINTAHAN ISLAM: Studi Kasus Kesultanan Syafawi di Persia

Syarifah, Hasnia Imroatis (Unknown)



Article Info

Publish Date
27 Sep 2024

Abstract

Following the Mongols and Timurids, the Safavids emerged as a significant Islamic empire in Iran. Initially, they were a Sufi tariqah led by Sheikh Safi al-Din, a Kurdish Sufi. Over time, this tariqah evolved into a dominant dynastic power, taking advantage of the decline of the Timurid regimes. In 1501 AD, Shah Ismail established the Safavid Empire in Persia, legitimizing it by adopting Shia Istna Asy'ariyah as the state religion. In Tabriz, he proclaimed himself the first king of the Safavid dynasty. This study uses a qualitative approach with literature review, drawing from international history books and reputable journals, to analyze the Safavid Empire’s phases and governance. The findings highlight that the empire's success was largely due to its military strength, notably improved under Shah Abbas I, who built a formidable army and recruited former Christian prisoners as ghulam soldiers. Although the Safavid Sultanate thrived during Shah Abbas I's reign with significant political and administrative reforms, his successors could not match his leadership, leading the empire to the brink of collapse.AbstrakSetelah Mongol dan Timuriyah, Safawi sebagai imperium Islam juga mulai menguasai Iran. Sebelum menjadi kesultanan yang berpengaruh besar di Iran, Safawiyah merupakan sebuah gerakan tarekat. Syekh Safi al-Din merupakan penggagas sekaligus pemimpin gerakan tarekat Safawiyah. Ia merupakan seorang sufi yang berasal dari suku Kurdi. Namun, seiring berjalannya waktu gerakan tarekat ini berubah menjadi kekuatan dinasti baru di Iran yang kelak akan berhasil menguasai Iran hampir se abad lamanya. Safawiyah berhasil mengambil kesempatan atas hancurnya rezim Timuriyah. Shah Ismail berhasil mengesahkan Kesultanan Safawi yang didirkannya di Persia pada tahun 1501 M. dengan mengadopsi Syiah Istna Asyariah sebagai ideologi negara. Di Kota Tabriz, Syah Ismail mendeklarasika diri sebagai raja pertama Dinasti Safawi yang dikenal dengan Ismail. Mengenai pendekatan yang digunakan oleh penulis adalah pendekatan kualitatif dengan metode riset kepustakaan yang menggunakan beberapa buku sejarah internasional serta jurnal-jurnal bereputasi sebagai referensi dan komponen pendukung penulisan. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui analisa fase dan sistem pemerintahan Kesultanan Safawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan yang dilalui oleh pemerintahan Kesultanan Safawi berpatokan pada angkatan bersenjata dimana langkah pertama yang disiapkan oleh Syah Abbas sebagai sultan yang mencapai kesuksesan ialah tentara yang kuat. Bahkan Kesultnan Safawi menjadikan bekas tawanan perang orang Kristen sebagai tentara dengan julukan ghulam. Setelah Kesultanan Safawi mencapai puncak kesuksesan di masa Sultan Syah Abbas I banyak sekali perbaikan yang dilakukannya dalam dunia politik dan pemerintaan kerajaan. Namun setelah Syah Abbas I wafat, tidak ditemukan sultan yang mampu memimpin secakap Syah Abbas I sehingga membawa Kesultanan Safawi diambang kehancuran.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

mjpai

Publisher

Subject

Religion Humanities Education Other

Description

Mutaallim Jurnal Pendidikan Agama Islam adalah sarana komunikasi dan publikasi ilmiah yang berasal dari hasil penelitian di bidang pendidikan agama Islam baik literatur library research maupun lapangan field research dengan berbagai pendekatan Jurnal ini terbit empat kali dalam setahun di bulan ...