Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa yang menyebabkan kurangnya fokus dalam pembelajaran, serta penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang belum optimal sehingga hasil belajar tidak meningkat. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi efektivitas penggunaan ChatGPT sebagai alat bantu dalam model PBL untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode penelitian kuantitatif eksperimen berjenis Quasi Experimental dengan Nonequivalent Control Group Design, yang melibatkan dua kelompok yaitu kelas X RPL 1 sebagai kelas kontrol dan kelas X RPL 2 sebagai kelas eksperimen. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, effect size, dan pengujian hipotesis menggunakan Mann-Whitney. Instrumen penelitian meliputi pretest dan posttest untuk ranah kognitif, lembar kerja peserta didik untuk ranah psikomotorik dan observasi untuk ranah afektif. Pada hasil belajar posttest nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar (90,21) lebih tinggi dari kelas kontrol (65,88) dengan signifikasi (0,000<0,05) dengan efek besar. Selanjutnya pada psikomotorik rata-rata kelas eksperimen (95,78) juga lebih tinggi dari kelas kontrol (87,45) dengan signifikasi (0,000<0,05) dengan efek besar. Dan pada afektif rata-rata kelas eksperimen (85,94) lebih unggul dari kelas kontrol (80,31) dengan signifikasi (0,000<0,05) dengan efek sedang. Dengan hasil yang diberikan, penggunaan ChatGPT dalam model PBL terbukti efektif meningkatkan hasil belajar siswa.
Copyrights © 2025