Jurnal Sejarah dan Budaya
Vol 18, No 2 (2024): Sejarah Lisan: Menggali Ingatan untuk Memahami Masa Kini dan Membingkai Masa De

Eksistensi Padepokan Asmoro Bangun: sebuah eksplorasi awal

Asmawati, Rika Inggit (Unknown)
Triningsih, Luly (Unknown)
Rahmanto, Kelik Desta (Unknown)



Article Info

Publish Date
28 Dec 2024

Abstract

This study investigates the historical development and inheritance processes of Padepokan Asmoro Bangun, a cultural institution dedicated to preserving Topeng Malangan art, through an oral history approach. Data was gathered through interviews with the fifth-generation successor and the last surviving wife of the founder. The findings reveal that the padepokan has sustained its legacy across several generations since its establishment in the early 1900s. Particularly notable is the third generation, whose leadership elevated the art of Topeng Malangan dance to national prominence, cementing its cultural significance. The inheritance process within the padepokan not only entails the transmission of artistic knowledge and cultural values but is also deeply rooted in the Javanese philosophy of trahing kusumo rembesing madu—a concept emphasizing the continuation of noble lineage through the harmonious dissemination of virtue and excellence. This philosophy underscores the interplay between familial heritage and the preservation of cultural traditions, reflecting broader Javanese values in the stewardship of intangible cultural heritage. Penelitian ini bertujuan untuk menggali sejarah dan proses pewarisan Padepokan Asmoro Bangun yang aktif dalam melestarikan seni Topeng Malangan dengan menggunakan pendekatan sejarah lisan. Wawancara dilakukan dengan pewaris generasi kelima, dan istri terakhir pendiri padepokan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padepokan telah melintasi beberapa generasi sejak didirikan oleh generasi pertama sekitar tahun 1900-an. Generasi ketiga dikenal sebagai maestro yang mengangkat seni tari Malangan ke level nasional. Proses suksesi tidak hanya melibatkan transfer pengetahuan dan nilai budaya, tetapi juga selaras dengan filosofi jawa Trahing kusumo rembesing madu - sebuah konsep yang menekankan pada kelanjutan garis keturunan bangsawan melalui penyebaran kebajikan dan keunggulan yang harmonis. Filosofi ini menggarisbawahi interaksi antara warisan keluarga dan pelestarian tradisi budaya, yang mencerminkan nilai-nilai Jawa yang lebih luas dalam pengelolaan warisan budaya tak benda.

Copyrights © 2024