Buruknya perilaku personal hygiene berkaitan dengan permasalahan organ reproduksi wanita, ditandai dengan keputihan patologis. Keputihan patologis sangat rentan terjadi pada ibu hamil dikarenakan peningkatan hormon estrogen dapat menyuburkan pertumbuhan mikroorganime merugikan di dalam vagina. Pertumbuhan mikroorganime mengakibatkan kerusakan epitel sehingga pH vagina semakin meningkat, serta didukung kondisi organ reproduksi yang terletak di area tertutup dan berlipat sehingga mudah berkeringat, lembap, dan kotor. Hal ini akan menyebabkan mikroorganisme tumbuh semakin masif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi jenis infeksi genitalia pada ibu hamil sebagai acuan upaya pencegahan dan penanggulangannya. Penelitian ini menggunakan teknik random sampling dengan jumlah sampel 100 orang ibu hamil terinfeksi genitalia. Penentuan infeksi genitalia didasarkan hasil rekam medis pasien. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi paling tinggi terjadinya infeksi genitalia pada ibu hamil disebabkan oleh Vaginosis Bakterialis (VB) sebesar 54%, koinfeksi VB dan Candida albicans 30%, Candida albicans 11%, dan Trichomonas vaginalis 5%. Adanya data prevalensi ini, kami berharap unit kesehatan terkait dapat melakukan upaya preventif sehingga menekan angka kejadian infeksi genitalia pada ibu hamil dan melaksanakan pemeriksaan skrining secara rutin.
Copyrights © 2024