Tanaman salak sebagai tanaman konservasi harus dipertahankan namun dibarengi dengan tindakan konservasi lainnya seperti penambahan bahan pemantap tanah (Polyacrylamide) dan amelioran lain agar produktifitas tanah dapat ditingkatkan dan terhindar dari erosi. Tujuan penelitian mengetahui sifat fisik tanah dan laju erosi tanah terhadap penggunaan polyacrylamide (PAM), mengetahui sifat fisik tanah dan laju erosi tanah terhadap penggunaan kompos pelepah salak dan mengetahui sifat fisik tanah dan laju erosi tanah terhadap penggunaan PAM dan kompos pelepah salak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan, terdapat 12 kombinasi perlakuan dan 36 satuan percobaan. Faktor 1: Dosis Polyacrylamide M0 = Kontrol M1 = 30 gr/tanaman, M2 = 60 gr/tanaman, M3 = 90 gr/tanaman, Faktor 2: Kompos Pelepah Salak, K0 = kontrol P0 (Kompos Pupuk Kandang), K1 = kompos P1 (Campuran Kompos Pelepah Salak + Pupuk Kandang), K2 = kompos P2 (Campuran Kompos Pelepah Salak + Pupuk Kandang + Polyacrylamide). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan penggunaan PAM tidak pengaruh nyata (P0,05) terhadap kadar air tanah, dan berat volume tanah, namun penggunaan kompos berpengaruh nyata (P0.05) terhadap berat volume tanah dan kadar air tanah, kombinasi perlakuan PAM dengan kompos pelepah salak berpengaruh nyata terhadap fraksi pasir dan kadar air tanah, pemberian PAM dan Kompos Pelepah Salak dapat menurunkan laju erosi pada perlakuan M1K2 (Polyacrylamide 30 gr/tanaman+kompos pelepah salak+pupuk kandang) menjadi 20,05 ton/ha/tahun
Copyrights © 2024