Pada posisi yang tidak ergonomis dapat menyebabkan nyeri leher. Nyeri leher terjadi pekerja pada umumnya disebabkan oleh gangguan muskuloskeletal dimana terjadi ketegangan dan peregangan otot dan ligamentum sekitar leher. Nyeri leher merupakan suatu kondisi pada muskuloskeletal yang memiliki dampak yang besar pada kepada setiap individu, masyarakat dan kehidupan bisnis. Salah satunya, pada pekerja keramik, postur tubuh saat bekerja yang tidak ergonomis dengan jangka waktu yang lama dengan gerakan berulang. Pada pekerja dengan posisi duduk yang sedikit membungkuk dan kepala lebih condong ke depan dapat menimbulkan beban pada leher. pekerja akan berpotensi mengalami nyeri pada leher dan akan cenderung membatasi setiap gerakannya, maka dari itu, akan mengganggu aktivitas sehari - hari. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan yaitu untuk memberikan wawasan kepada pekerja mengenai posisi yang ergonomis dan serta pencegahan yang dapat dilakukan kepada para pekerja keramik Dinoyo. Metode yang digunakan adalah mengedukasi pekerja keramik Dinoyo mengenai posisi yang ergonomis serta memberikan latihan secara mandiri yang bisa dilakukan di tempat kerja. Hasil setelah diberikan edukasi terkait nyeri leher, pekerja antusias dan dapat meningkatkan wawasan serta pengetahuan para pekerja keramik Dinoyo. Pada penyuluhan ini tersebut akan memberikan kesadaran penuh pada pekerja seberapa pentingnya menerapkan posisi kerja yang ergonomis sebagai pencegahan terjadinya nyeri leher.
Copyrights © 2024