Pembelajaran matematika, khususnya geometri, sering kali menjadi tantangan bagi siswa Sekolah Dasar karena melibatkan konsep-konsep abstrak yang sulit dipahami. Pada jenjang ini, siswa cenderung memiliki kemampuan berpikir konkret yang terbatas sehingga seringkali kesulitan dalam memahami bangun ruang dan bangun datar. Penelitian ini yang bertujuan untuk menganalisis berbagai kesulitan yanga dialami siswa kelas IV dalam memahami konsep geometri serta mengeksplorasi upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi suatu masalah tersebut. Metode penelitian yang diterapkan adalah Pendekatan yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif, dengan metode wawancara yang melibatkan guru kelas sebagai subjek penelitian. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini mengindikasikan bahwa siswa mengalami beberapa kendala, seperti kurangnya pemahaman konsep dasar, kesulitan dalam menghubungkan bentuk geometris dalam soal, keterbatasan visualisasi akibat media pembelajaran yang kurang memadai, serta pola pikir negatif terhadap matematika. Guru berusaha mengatasi masalah ini melalui penggunaan benda nyata, pendekatan berbasis konteks, dan teknologi seperti simulasi 3D yang mempermudah visualisasi geometri. Selain itu, pendekatan kontekstual dalam menyelesaikan masalah nyata meningkatkan relevansi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari siswa, dan mendorong pola pikir positif terhadap matematika. Temuan ini menyoroti pentingnya penerapan metode interaktif dan media visual dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap geometri, serta pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang mendukung agar siswa dapat memahami materi secara lebih mendalam.
Copyrights © 2024