Penelitian ini menganalisis penggunaan modalitas dalam wacana kebijakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11 persen menjadi 12 persen pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, sumber data diperoleh dari editorial dan laporan berita media yang kredibel mencakup Tempo dan CNN. Kajian modalitas terdiri lima aspek utama di antaranya probabilitas, usualitas, inklinasi, obligasi, dan kombinasi antarunsurnya. Probabilitas menggambarkan ketidakpastian dampak kebijakan, usualitas mencerminkan pola berulang dalam respons masyarakat, inklinasi menyoroti keinginan pemerintah, dan obligasi menekankan kewajiban administratif terkait implementasi kebijakan. Kombinasi antar unsur modalitas mengungkapkan adanya kompleksitas hubungan antara ketidakpastian dan harapan dalam narasi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modalitas tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga memainkan peran strategis dalam membentuk narasi kebijakan yang memengaruhi persepsi publik. Modalitas berfungsi sebagai jembatan komunikasi yang menjelaskan kebijakan pemerintah kepada masyarakat, menciptakan pemahaman yang lebih baik dan mendukung implementasi kebijakan. Penelitian ini menyoroti pentingnya analisis linguistik untuk memahami strategi komunikasi dalam kebijakan publik.
Copyrights © 2024