Penelitian ini menganalisis penggambaran feminisme dalam lagu K-Pop "I Don’t Need A Man" oleh Miss A menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Lagu ini menonjolkan kemandirian perempuan, menantang stereotip patriarki, dan menekankan kemampuan perempuan untuk hidup mandiri secara mental, emosional, dan finansial tanpa ketergantungan pada laki-laki. Melalui analisis denotasi dan konotasi, studi ini mengungkap bagaimana lirik dan musik lagu tersebut secara aktif membongkar mitos tradisional tentang peran perempuan. Lagu ini menggantikan narasi lama dengan pesan pemberdayaan yang sesuai dengan nilai-nilai generasi modern, serta mencerminkan transformasi budaya tentang kesetaraan gender dalam masyarakat Korea Selatan. Sebagai bagian dari budaya populer global, lagu ini menunjukkan potensi besar musik untuk menjadi media yang efektif dalam menyebarkan kesadaran tentang kesetaraan gender, memberdayakan perempuan, dan meningkatkan harga diri mereka. Penelitian ini menyoroti peran penting budaya populer dalam membentuk wacana sosial, khususnya dalam mendukung feminisme dan transformasi nilai-nilai sosial di industri hiburan global.
Copyrights © 2024