Latar Belakang: Leptospirosis disebabkan oleh bakteri leptospira dan dapat menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya. Leptospirosis mengakibatkan kerusakan organ, kematian, wabah atau kejadian luar biasa apabila tidak segera dilakukan pencegahan sejak dini. Penyebaran Leptospirosis sering terjadi setelah hujan deras atau banjir. Indonesia menempati urutan ketiga negara dengan kasus kematian akibat leptospirosis tertinggi di dunia. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan penyakit leptospirosis pasca bencana banjir pada lansia Kampung Semanggi. Metode: Penelitian kuantitatif survai dengan metode cross sectional. Teknik pengambilan sample menggunakan teknik purposiv sampling dengan 94 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan penyakit leptospirosis. Hasil: Mayoritas responden berusia lansia muda, berjenis kelamin perempuan, pendidikan terakhir SD, tidak bekerja atau ibu rumah tangga, pemukiman yang padat, tingkat pengetahuan kurang baik, perilaku pencegahan kurang. Hasil uji spearman didapatkan nilai signifikasi p=0,00 (<0,05). Kesimpulan: Terdapat Hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan penyakit leptospirosis pasca bencana banjir pada lansia Kampung Semanggi.
Copyrights © 2024