Pembelajaran yang masih banyak berfokus pada instruktur dan kurang melibatkan siswa secara aktif menjadi pendorong penelitian ini. Hal ini dapat menyebabkan siswa menjadi kurang tertarik dalam belajar karena pembelajaran menjadi kurang menarik dan efektif. Instruktur perlu berupaya untuk menemukan metode yang kreatif agar siswa dapat menemukan LKPD yang menarik sesuai dengan minat mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kelayakan dan penggunaan produk LKPD berbasis model STAD dalam pembelajaran IPS untuk siswa kelas IV SDN Malang. Strategi penelitian dan pengembangan (R&D) yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tahapan model penelitian ADDIE, yaitu: analisis, perencanaan (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Berdasarkan hasil penelitian pengembangan, kelayakan dan kepraktisan berkaitan dengan seberapa bermanfaat angket dan instrumen validasinya. Sebanyak 88,22% siswa dan 98,48% pendidik menjawab kuesioner kepraktisan, dan 92,86% ahli media, 72,22% ahli bahasa, dan 92,86% ahli materi merupakan responden analisis kelayakan. Temuan studi pengembangan menunjukkan bahwa penggunaan LKPD, yang didasarkan pada paradigma STAD, sebagai alat pengajaran di kelas IPS layak dan menguntungkan.
Copyrights © 2024