Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan air bersih serta estimasi waktu terjadinya krisis air bersih di Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan mempertimbangkan pengaruh pertumbuhan penduduk dan deforestasi. Sebagai langkah pertama, kami membentuk model matematika berupa seperangkat persamaan diferensial orde satu untuk tiga variabel penelitian yaitu kuantitas air bersih , populasi penduduk , serta luas lahan . Selanjutnya kami menentukan solusi analitik dari model tersebut. Berikutnya, kami melakukan simulasi hasil penelitian dengan berbagai variasi nilai parameter. Parameter kontrol dalam penelitian ini adalah curah hujan akibat perubahan iklim secara alami. Sedangkan parameter bebas meliputi laju pertumbuhan penduduk, laju konsumsi air bersih, serta laju deforestasi. Berdasarkan analisis hasil penelitian didapatkan bahwa untuk laju deforestasi yang tetap kuantitas air bersih semakin menurun seiring meningkatnya laju pertumbuhan penduduk dan laju konsumsi air bersih. Untuk laju pertumbuhan penduduk dan laju konsumsi air bersih yang tetap, kuantitas air bersih semakin menurun seiring meningkatnya laju deforestasi. Berdasarkan model kami, didapatkan skenario terbaik yaitu ketika laju pertumbuhan penduduk 1,25% per tahun, laju konsumsi air bersih 50 m3 per orang/tahun, dan laju deforestasi 2% per tahun. Pada kondisi ini, didapatkan nilai estimasi waktu terjadinya krisis air yaitu  (tahun), terhitung sejak awal mulainya pembangunan IKN. Sedangkan skenario terburuk yaitu ketika laju pertumbuhan penduduk 3% per tahun, laju konsumsi air bersih 60 m3 per orang/tahun, dan laju deforestasi 2% per tahun. Pada kondisi ini, didapatkan nilai  (tahun).
Copyrights © 2024