Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

MODEL SISTEM DINAMIK KETERSEDIAAN AIR BERSIH DI IKN: ANALISIS PENGARUH PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN DEFORESTASI Wijayanto, Mirda Prisma; Zakia, Zulfa Siti
SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA Vol 9, No 2 (2024): SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA EDISI OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/saintifik.v9i2.8997

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan air bersih serta estimasi waktu terjadinya krisis air bersih di Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan mempertimbangkan pengaruh pertumbuhan penduduk dan deforestasi. Sebagai langkah pertama, kami membentuk model matematika berupa seperangkat persamaan diferensial orde satu untuk tiga variabel penelitian yaitu kuantitas air bersih , populasi penduduk , serta luas lahan . Selanjutnya kami menentukan solusi analitik dari model tersebut. Berikutnya, kami melakukan simulasi hasil penelitian dengan berbagai variasi nilai parameter. Parameter kontrol dalam penelitian ini adalah curah hujan akibat perubahan iklim secara alami. Sedangkan parameter bebas meliputi laju pertumbuhan penduduk, laju konsumsi air bersih, serta laju deforestasi. Berdasarkan analisis hasil penelitian didapatkan bahwa untuk laju deforestasi yang tetap kuantitas air bersih semakin menurun seiring meningkatnya laju pertumbuhan penduduk dan laju konsumsi air bersih. Untuk laju pertumbuhan penduduk dan laju konsumsi air bersih yang tetap, kuantitas air bersih semakin menurun seiring meningkatnya laju deforestasi. Berdasarkan model kami, didapatkan skenario terbaik yaitu ketika laju pertumbuhan penduduk 1,25% per tahun, laju konsumsi air bersih 50 m3 per orang/tahun, dan laju deforestasi 2% per tahun. Pada kondisi ini, didapatkan nilai estimasi waktu terjadinya krisis air yaitu  (tahun), terhitung sejak awal mulainya pembangunan IKN. Sedangkan skenario terburuk yaitu ketika laju pertumbuhan penduduk 3% per tahun, laju konsumsi air bersih 60 m3 per orang/tahun, dan laju deforestasi 2% per tahun. Pada kondisi ini, didapatkan nilai  (tahun).
MODEL NAS (NUTRIENTS-ALGAL-SOCIETY): DINAMIKA HARMFUL ALGAL BLOOMS AKIBAT AKTIVITAS ANTROPOGENIK Zakia, Zulfa Siti; Wijayanto, Mirda Prisma
SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA Vol 9, No 2 (2024): SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA EDISI OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/saintifik.v9i2.8560

Abstract

HABs (Harmful Algal Blooms) atau ganggang mekar merupakan fenomena terjadinya peningkatan populasi alga di luar kendali (blooming) akibat peningkatan konsentrasi nutrisi di wilayah perairan. Peningkatan nutrisi dapat disebabkan oleh aktivitas antropogenik seperti pencemaran limbah. Dalam penelitian ini, telah dianalisis dinamika HABs akibat aktivitas antropogenik dengan metode pemodelan matematika. Model matematika yang diusulkan selanjutnya disebut sebagai model NAS (Nutrients-Algal-Society). Model NAS terdiri dari tiga variabel yaitu N (Nutrients), A (Algal), dan S (Society). Novelti dari penelitian ini meliputi penentuan titik kesetimbangan, analisis kestabilan titik kesetimbangan, serta skenario optimal pengendalian HABs. Berdasarkan analisis kestabilan, didapatkan bahwa titik kesetimbangan bebas HABs bersifat stabil artinya sistem tidak akan mengalami blooming alga apabila laju pertumbuhan alga lebih kecil dari tingkat kesadaran masyarakat dalam pengendalian HABs. Pengendalian HABs dapat dilakukan dengan menurunkan aktivitas antropogenik seperti mengurangi nutrisi dengan membatasi pencemaran limbah, serta melakukan pengendalian alga sesegera mungkin pada saat fase awal blooming. Skenario terbaik pengendalian HABs dicapai ketika laju pertambahan nutrisi bernilai minimum dan tingkat kesadaran masyarakat bernilai maksimum.
ANALISIS KARAKTERISTIK SUHU DI PERAIRAN LAUT SULAWESI UTARA DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER ENERGI PANAS LAUT Zakia, Zulfa Siti; Wijayanto, Mirda Prisma
SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA Vol 10, No 1 (2025): SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA EDISI MARET 2025
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/saintifik.v10i1.9650

Abstract

Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki potensi energi alternatif dari laut yang sangat melimpah. Salah satu upaya untuk mengelola besarnya potensi energi tersebut adalah dengan membangun sistem konversi energi panas laut atau yang dikenal sebagai OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion). OTEC bekerja seperti mesin kalor yaitu dengan memanfaatkan perbedaan suhu permukaan laut dan suhu pada kedalaman tertentu untuk kemudian dikonversi menjadi energi listrik. OTEC hanya dapat bekerja jika selisih suhu permukaan laut dan pada kedalaman tertentu lebih besar dari 200 C. Berdasarkan syarat tersebut, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah suhu permukaan laut dan suhu pada kedalaman 600 meter. Data penelitian tersebut merupakan data sekunder yang didapatkan dari World Ocean Atlas, dan diolah dengan menggunakan Ocean Data View. Pengambilan data dilakukan pada stasiun 22623 dengan koordinat 124,50E/1,50S. Berdasarkan karakteristik suhu permukaan laut, didapatkan bahwa nilai efisiensi OTEC tertinggi dicapai pada bulan April yaitu 7,57% ketika suhu permukaan laut sebesar 29,580C. Sedangkan nilai efisiensi terendah dicapai pada bulan Februari yaitu 7,21% ketika suhu permukaan laut sebesar 28,30C. Berdasarkan karakteristik suhu tersebut, didapatkan nilai efisiensi rata – rata OTEC adalah 7,39%. Semakin tinggi nilai efisiensi, maka sistem OTEC akan bekerja semakin optimal.
Potensi OTEC Sebagai Sumber Energi Bersih Masa Depan IKN Menuju Pembangunan Berkelanjutan Wijayanto, Mirda Prisma; Zakia, Zulfa Siti
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 3 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i3.24084

Abstract

Peningkatan suhu permukaan air laut telah membuka peluang inovasi bagi para peneliti untuk mengembangkan sumber energi bersih baru yang bersumber dari panas laut yang dikenal sebagai Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC). Dalam penelitian ini dianalisis potensi OTEC sebagai energi bersih baru di Indonesia. Sebagai batasan penelitian, sasaran implementasi OTEC dipilih di wilayah perairan Kalimantan Timur yang merupakan lokasi terdekat dengan Ibu Kota Nusantara (IKN). Pembahasan dalam penelitian ini meliputi analisis karakteristik suhu permukaan laut, analisis pembangkit energi, dan analisis ekologi dari pembangunan OTEC. Berdasarkan karakteristik suhu permukaan laut, didapatkan bahwa nilai efisiensi rata – rata OTEC adalah 6,95%. Berdasarkan analisis pembangkitan energi didapatkan bahwa OTEC di perairan Kalimantan Timur berpotensi menghasilkan daya listrik sebesar 7.720 kW dengan total biaya produksi sebesar Rp526,29/kWh. Berdasarkan analisis ekologi, didapatkan bahwa salah satu dampak negatif pembangunan OTEC adalah pembuangan air laut yang kaya nutrisi dalam volume besar berpotensi menimbulkan fenomena ganggang mekar sehingga dapat menyebabkan kematian massal bagi ikan dan biota laut lainnya. Kedepannya, OTEC diharapkan dapat menjadi salah satu sumber energi bersih baru bagi IKN di masa depan menuju pembangunan berkelanjutan.
MODEL SISTEM DINAMIK KETERSEDIAAN AIR BERSIH DI IKN: ANALISIS PENGARUH PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN DEFORESTASI Wijayanto, Mirda Prisma; Zakia, Zulfa Siti
SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA Vol 9, No 2 (2024): SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA EDISI OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/saintifik.v9i2.8997

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan air bersih serta estimasi waktu terjadinya krisis air bersih di Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan mempertimbangkan pengaruh pertumbuhan penduduk dan deforestasi. Sebagai langkah pertama, kami membentuk model matematika berupa seperangkat persamaan diferensial orde satu untuk tiga variabel penelitian yaitu kuantitas air bersih , populasi penduduk , serta luas lahan . Selanjutnya kami menentukan solusi analitik dari model tersebut. Berikutnya, kami melakukan simulasi hasil penelitian dengan berbagai variasi nilai parameter. Parameter kontrol dalam penelitian ini adalah curah hujan akibat perubahan iklim secara alami. Sedangkan parameter bebas meliputi laju pertumbuhan penduduk, laju konsumsi air bersih, serta laju deforestasi. Berdasarkan analisis hasil penelitian didapatkan bahwa untuk laju deforestasi yang tetap kuantitas air bersih semakin menurun seiring meningkatnya laju pertumbuhan penduduk dan laju konsumsi air bersih. Untuk laju pertumbuhan penduduk dan laju konsumsi air bersih yang tetap, kuantitas air bersih semakin menurun seiring meningkatnya laju deforestasi. Berdasarkan model kami, didapatkan skenario terbaik yaitu ketika laju pertumbuhan penduduk 1,25% per tahun, laju konsumsi air bersih 50 m3 per orang/tahun, dan laju deforestasi 2% per tahun. Pada kondisi ini, didapatkan nilai estimasi waktu terjadinya krisis air yaitu  (tahun), terhitung sejak awal mulainya pembangunan IKN. Sedangkan skenario terburuk yaitu ketika laju pertumbuhan penduduk 3% per tahun, laju konsumsi air bersih 60 m3 per orang/tahun, dan laju deforestasi 2% per tahun. Pada kondisi ini, didapatkan nilai  (tahun).
MODEL NAS (NUTRIENTS-ALGAL-SOCIETY): DINAMIKA HARMFUL ALGAL BLOOMS AKIBAT AKTIVITAS ANTROPOGENIK Zakia, Zulfa Siti; Wijayanto, Mirda Prisma
SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA Vol 9, No 2 (2024): SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA EDISI OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/saintifik.v9i2.8560

Abstract

HABs (Harmful Algal Blooms) atau ganggang mekar merupakan fenomena terjadinya peningkatan populasi alga di luar kendali (blooming) akibat peningkatan konsentrasi nutrisi di wilayah perairan. Peningkatan nutrisi dapat disebabkan oleh aktivitas antropogenik seperti pencemaran limbah. Dalam penelitian ini, telah dianalisis dinamika HABs akibat aktivitas antropogenik dengan metode pemodelan matematika. Model matematika yang diusulkan selanjutnya disebut sebagai model NAS (Nutrients-Algal-Society). Model NAS terdiri dari tiga variabel yaitu N (Nutrients), A (Algal), dan S (Society). Novelti dari penelitian ini meliputi penentuan titik kesetimbangan, analisis kestabilan titik kesetimbangan, serta skenario optimal pengendalian HABs. Berdasarkan analisis kestabilan, didapatkan bahwa titik kesetimbangan bebas HABs bersifat stabil artinya sistem tidak akan mengalami blooming alga apabila laju pertumbuhan alga lebih kecil dari tingkat kesadaran masyarakat dalam pengendalian HABs. Pengendalian HABs dapat dilakukan dengan menurunkan aktivitas antropogenik seperti mengurangi nutrisi dengan membatasi pencemaran limbah, serta melakukan pengendalian alga sesegera mungkin pada saat fase awal blooming. Skenario terbaik pengendalian HABs dicapai ketika laju pertambahan nutrisi bernilai minimum dan tingkat kesadaran masyarakat bernilai maksimum.