Permasalahan pada penelitian ini adalah kemampuan motorik kasar anak belum berkembang. Disebabkan kurang terkoordinasinya gerakan keseimbangan tubuh anak dan kurangnya kegiatan yang menstimulasi motorik kasar anak. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas dalam 4 kali pertemuan. Setting penelitian di TK Insan Azkia Banjarmasin pada anak kelompok B2 berjumlah 21 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif dijabarkan dengan tabel dan grafik dengan indikator yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak, kemandirian, dan hasil kemampuan motorik kasar anak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru mencapai kategori sangat baik, aktivitas anak mencapai kategori sangat aktif, kemandirian anak mencapai kategori sangat mandiri, dan hasil kemampuan motorik kasar anak mencapai kategori berkembang sangat baik. Hasil penelitian dapat disimpukan bahwa penggunaan kombinasi model Explicit Instruction, Problem Based Learning melalui media Playmate permainan tradisional engklek dalam kegiatan pembelajaran dapat mengembangkan aktivitas, kemandirian dan hasil kemampuan motorik kasar anak pada Kelompok B TK Insan Azkia Banjarmasin. Disarankan bagi kepala TK, guru dan peneliti selanjutnya dapat menjadi referensi dan bahan masukan informasi untuk memperbaiki pembelajaran pada anak.
Copyrights © 2024