Parameter antropometri yang digunakan untuk mengevaluasi status gizi dan sering dikaitkan dengan risiko gangguan metabolik adalah Indeks Massa Tubuh (IMT). Kondisi ketidakseimbangan kadar gula darah dapat memicu penyakit kronis seperti diabetes mellitus dan hipertensi juga seringkali dikaitkan dengan IMT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara status IMT dan kadar gula darah puasa pada peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS). Dengan pendekatan kuantitatif analitik dan desain cross-sectional, penelitian ini melibatkan 41 sampel yang telah dipilih melalui kriteria inklusi dan eksklusi dengan menggunakan metode simple random sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran tinggi badan, berat badan, dan kadar gula darah puasa menggunakan alat standar. Hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan koefisien korelasi Spearman's Rank. Mayoritas responden memiliki status IMT dan kadar gula darah puasa yang melebihi batas normal. Namun, hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara IMT dan kadar gula darah puasa pada peserta PROLANIS. Penelitian lanjutan diharapkan dapat mempertimbangkan variabel lain yang berpotensi memengaruhi kedua parameter ini, seperti pola aktivitas fisik, kebiasaan makan, tingkat stres, riwayat kesehatan keluarga, penggunaan obat-obatan tertentu, dan persentase lemak tubuh.
Copyrights © 2025