Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop merupakan bangunan tradisional yang memiliki banyak ornamen gorga yang berhubungan dengan lambang yang memiliki makna sesuai hubungan dengan adat-istiadat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data yaitu: (1) observasi; (2) wawancara; dan (3) dokumentasi. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori semiotika oleh Charles Sander Peirce dan teori makna dikemukakan oleh Ogden dan Ricard. Lokasi penelitian ini di Desa Harian, Kecamatan Onanrunggu, Kabupaten Samosir. Ditemukan hasil dari penelitian ini adalah terdapat sepuluh bentuk simbol pada Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop yaitu: (1) simbol ornamen ulu paung; (2)simbol ornamen simanuk-manuk; (3) simbol ornamen jaga dompak raja; (4) simbol ornamen jenggar-jenggar tomboman gaung; (5) simbol ornamen simeol-eol; (6) simbol ornamen marsirahutan; (7) simbol ornamen ombun marhehe; (8) simbol ornamen dalian natolu; (9) simbol ornamen sipiso-piso; dan (10) simbol ornamen tumpak sala sionom-onom. Makna yang terdapat pada Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop yaitu makna denotatif dan konotatif yang masing-masing berdasarkan peletakan dari simbol ornamen.
Copyrights © 2024